Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Corona Menyebar di Udara RS, Studi Ingatkan Pentingnya APD

Kamis 02 Apr 2020 23:39 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) ketika berada di ruang isolasi rumah Sakit rujukan khusus pasien Covid-19. Studi terbaru mengungkap virus corona menyebar jauh keluar ruang perawatan pasien.

Petugas medis penanganan COVID-19 mengenakan baju Alat Pelindung Diri (APD) ketika berada di ruang isolasi rumah Sakit rujukan khusus pasien Covid-19. Studi terbaru mengungkap virus corona menyebar jauh keluar ruang perawatan pasien.

Foto: Antara/Septianda Perdana
Studi terbaru mengungkap virus corona menyebar jauh keluar ruang perawatan pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah studi yang dilakukan University of Nebraska Medical Center (UNMC) bersama National Strategic Research Institute di University of Nebraska dan peneliti lainnya di Amerika Serikat menemukan bahan genetik dari virus corona berada di udara baik di dalam maupun luar ruangan rumah sakit (RS) tempat merawat pasien positif Covid-19. Temuan ini bisa menjadi bukti terbatas bahwa ada potensi penularan melalui udara.

Baca Juga

Meskipun begitu, para peneliti tersebut mengingatkan bahwa temuannya tidak berarti membenarkan dugaan bahwa virus corona tersebar di udara di lingkungan. Mereka masih akan mendalami pelepasan virus serta bagaimana udara dengan virus itu bisa ada di dalam dan luar ruangan pasien positif.

Untuk sampai pada kesimpulan tersebut, mereka mengambil sampel udara dan permukaan dari kamar 11 pasien selama awal masa isolasi 13 orang pasien yang positif Covid-19. Para peneliti tak hanya menemukan materi genetik virus pada barang-barang yang biasa digunakan para pasien, seperti toilet, tetapi juga pada sampel udara dalam ruangan.

Hal yang mengejutkan, virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 tidak cuma tersebar di udara di dalam kamar perawatan pasien. Virus itu juga ditemukan jauh di luar kamar pasien.

"Sampel udara dari lorong-lorong di luar kamar yang pintunya sering menjadi akses masuk dan keluar para perawat juga memperlihatkan adanya virus corona tipe baru,” ujar para peneliti.

Temuan ini menunjukkan, virus corona mungkin bisa menyebar melalui kontak fisik akibat percikan liur (droplet) dari penderita Covid-19, dari orang ke orang, serta kontak tidak langsung dengan benda yang terkontaminasi, serta penularan melalui udara. Mereka pun menyarankan petugas medis untuk melakukan langkah kehati-hatian terhadap potensi airborne dengan mengisolasi udara dalam ruangan.

Mereka juga menyimpulkan bahwa pasien Covid-19, bahkan yang hanya sakit ringan, dapat menciptakan aerosol virus dan mencemari permukaan, yang dapat menimbulkan risiko penularan. Penulis penelitian juga mengingatkan pentingnya alat pelindung diri atau APD bagi tenaga medis.

"Tim kami sudah melakukan tindakan pencegahan penularan melalui udara terhadap pasien awal yang kami rawat. Laporan ini memperkuat kecurigaan kami,” kata seorang ahli penyakit menular dan Direktur Global Center for Health Security UNMC, James Lawler.

Menurut Lawler, temuan tersebut membuat timnya semakin terdorong untuk terus merawat pasien Covid-19 di kamar yang dilengkapi dengan aliran udara bertekanan negatif. Mereka akan terus mengupayakan fasilitas itu tersedia meski jumlah pasien bertambah banyak seiring waktu.

"Sementara itu, pekerja medis kami dilengkapi dengan alat pelindung diri yang memadai," kata Lawler.

Lebih lanjut, Lawler mengatakan, temuan timnya ini masih memerlukan lebih banyak penelitian dalam membuat karakterisasi risiko lingkungan. Para ilmuwan juga masih bekerja untuk memahami bagaimana virus ini ditularkan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS sejauh ini masih meyakini bahwa penyebaran Covid-19 pastinya adalah melalui orang ke orang lewat batuk atau bersin. Virus corona juga dapat menjangkiti dengan menyentuh benda yang terkontaminasi (penelitian baru-baru ini menemukan virus dapat hidup di suatu permukaan dari waktu jam hingga berhari-hari) lalu memegang mata, hidung, atau wajah dengan tangan yang kotor.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA