Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Cegah Warga Mudik, Jokowi Buka Opsi Geser Libur Lebaran

Kamis 02 Apr 2020 10:14 WIB

Rep: Sapto Andika Candra / Red: Ratna Puspita

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Jokowi meminta masukan menyeluruh dan jangan kepentingan daerah saja.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah terus mengingatkan masyarakat untuk menunda kepulangan ke kampung halaman, terutama warga yang berasal dari zona merah penyebaran Covid-19. Imbauan penundaan mudik ini diprediksi terus berlangsung hingga Lebaran pada Mei mendatang. 

Baca Juga

Demi mencegah gelombang mudik pada Hari Raya Idul Fitri nanti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan penggantian hari libur nasional. Artinya, hari libur resmi yang sebelumnya ditetapkan pada 24-25 Mei serta cuti bersama pada 22, 26, dan 27 Mei bisa saja digeser ke tanggal lain setelahnya, seraya menunggu redanya pandemi Covid-19. 

"Untuk menenangkan masyarakat, mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya. Ini mungkin bisa dibicarakan dan memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti tersebut," kata Presiden Jokowi dalam rapat terbatas, Kamis (2/4). 

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana menggratiskan sejumlah tempat wisata yang dimiliki daerah pada hari libur pengganti nanti. Skenaro ini, menurut Jokowi, diharapkan mampu menenangkan masyarakat dan mencegah arus mudik terjadi. Pengurangan pergerakan manusia antarwilayah memang diyakini mampu mencegah penularan infeksi virus corona. 

Presiden pun meminta masukan dari seluruh pemimpin daerah mengenai langkah antisipasi untuk mengurangi pergerakan orang di daerah. Jokowi mempersilakan jajarannya memberikan rancangan skenario terkait pencegahan arus mudik secara menyeluruh. 

"Saya minta disiapkan skenario-skenario yang komprehensif, jangan sepotong-sepotong atau satu aspek saja atau sifatnya sektoral atau kepentingan daerah saja, tapi dilihat secara utuh, baik dari hulu di tengah dan di hilir," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA