Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Monday, 7 Ramadhan 1442 / 19 April 2021

Jualan Turun Diatas 10 Persen, Ini yang Dilakukan Mazda

Kamis 02 Apr 2020 10:09 WIB

Red: Hiru Muhammad

Mazda

Mazda

Foto: EPA
Mazda telah menyesuaikan aktivitas produksinya di seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Merebaknya wabah corona telah memukul banyak sektor industri manufaktur. Sejumlah upaya manajemen perusahaan otomotif telah dilakukan guna menyelamatkan bisnis mereka akibat wabah penyakit yang berkepanjangan tersebut. 

Mazda yang kini  memiliki sejumlah model unggulan angka penjualan dan produksi sepanjang Januari hingga Februari turun di atas 10 persen. Mengutip laporan terbaru Mazda, Kamis (1/4) produksi global Mazda pada dua bulan pertama 2020 turun 10 persen menjadi hanya 225.978 unit.

Dengan rincian 218.640 kendaraan penumpang dan 7.338 unit kendaraan komersial. Sementara penjualan globalnya turun 11,8 persen menjadi 209.691 unit dibanding periode sama tahun lalu. Untuk Februari saja, Mazda menjual 97.981 unit, turun 14.2 persen.

Semua penjualannya di berbagai belahan dunia Januari-Februari turun, kecuali di AS. Di pasar domestik Jepang, penjualan 33.003 unit turun 9,7 persen, di AS naik 18,5 persen menjadi 52.006 unit, China 23.393 unit atau turun 32 persen, Eropa 29.752 (-26,2 persen), di kawasan lainnya 71.537 unit, turun 13,3 persen. Penjualan global model andalan Mazda pada Februari 2020 juga tidak bagus, CX-5 hanya 30.832 (-13,2 persen), Mazda3 hanya 15.504 unit (-31,6 persen), dan CX-30 15.349 unit.

Menanggapi penyebaran global virus corona baru, banyak negara dengan cepat dan secara ekstensif memperkuat langkah-langkah pencegahan infeksi mereka termasuk menerapkan jam malam, penangguhan bisnis ritel, dan pembatasan kegiatan perusahaan.

Mazda memutuskan untuk menyesuaikan produksi di fasilitas produksi secara global dengan pertimbangan kesulitan dalam pengadaan suku cadang, penjualan yang anjlok di pasar luar negeri, dan ketidakpastian pasar masa depan.

Mazda berencana untuk menunda produksi selama 13 hari dan mengoperasikan shift siang hari hanya selama delapan hari di Pabrik Hiroshima dan Pabrik Hofu dimulai 28 Maret hingga 30 April.

Mazda bermaksud untuk mentransfer bagian dari produksi yang semula dijadwalkan untuk periode ini ke kuartal kedua tahun fiskal yang berakhir Maret 2021 atau lebih baru sambil memantau bagaimana situasi berkembang.

Selama periode ini, operasi administrasi akan dilakukan seperti biasa. Untuk pabrik di luar negeri, Mazda de Mexico Vehicle Operation, tempat produksinya di Meksiko, akan ditutup selama sekitar 10 hari mulai 25 Maret, dan AutoAlliance (Thailand) Co., Ltd., akan menangguhkan produksi 10 hari juga mulai dari 30 Maret.

Kesehatan dan keselamatan penduduk lokal akan menjadi prioritas, termasuk pelanggan dan karyawan. Mazda akan terus mengambil langkah pencegahan infeksi seperti teleworking dan sterilisasi di kantor dan diler Mazda.

 

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA