Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

Monday, 2 Syawwal 1441 / 25 May 2020

India Lacak Jamaah Tabligh di Masjid-Masjid

Kamis 02 Apr 2020 00:56 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Friska Yolandha

Foto udara salah satu titik di New Delhi, India, Rabu (1/4). Pihak berwenang India melakukan pelacakan jamaah di masjid-masjid di India utara pada Rabu (1/4). Pelacakan itu untuk mengetahui kelompok Muslim di New Delhi yang diduga menjadi hotspot persebaran virus corona.

Foto udara salah satu titik di New Delhi, India, Rabu (1/4). Pihak berwenang India melakukan pelacakan jamaah di masjid-masjid di India utara pada Rabu (1/4). Pelacakan itu untuk mengetahui kelompok Muslim di New Delhi yang diduga menjadi hotspot persebaran virus corona.

Foto: AP Photo/Satish Sharma
Di India telah terkonfirmasi sebanyak 1.397 kasus virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pihak berwenang India melakukan pelacakan jamaah di masjid-masjid di India utara pada Rabu (1/4). Pelacakan itu untuk mengetahui kelompok Muslim di New Delhi yang diduga menjadi hotspot persebaran virus corona.

Baca Juga

Diketahui, Ribuan Muslim yang berasal dari India, Malaysia dan Indonesia, menggelar khotbah di markas besar gerakan misionaris Muslim Sunni, jamaah Tabligh, New Delhi pada Selasa (31/3). Ribuan orang berada di dalam asrama pusat tabligh karena pihak berwenang ingin melakukan tes.

Menteri Kesehatan Delhi Satyendra Jain mengatakan setelah 36 jam, sebanyak 2.335 orang keluar dari pusat Tablighi dan Masjid itu. "Mereka telah dikirim ke pusat karantina, yang lain menunjukkan gejala di rumah sakit," katanya dikutip Reuters, Rabu (1/4).

Siaran televisi menunjukkan para pejabat kesehatan dengan alat pelindung mengantar orang keluar dari masjid di negara bagian Uttar Pradesh di India utara. Jamaah diminta untuk melaporkan orang yang telah terlebih dahulu meninggalkan lokasi.

"Kami meminta semua orang yang menghadiri pertemuan itu untuk melaporkan diri di mana pun mereka berada di negara itu, jika mereka berada di masjid, mereka harus memberi tahu para pejabat sehingga mereka dapat dibawa dan dikarantina," kata Wakil Kepala Menteri New Delhi, Manish Sisodia.

Di India telah terkonfirmasi sebanyak 1.397 kasus virus corona. Sebanyak 35 orang di antaranya dinyatakan telah meninggal.

Sedangkan, sebanyak 128 kasus corona berkaitan dengan pusat tabligh dan tujuh di antaranya telah meninggal dunia. Angka itu, menjadikannya kelompok terbesar sejak virus corona mulai menyebar di negara terpadat kedua di dunia bulan lalu.

Di Asia Selatan terjadi lonjakan kasus Covid-19. Pakistan yang telah mengkonfirmasi 2.039 orang yang terinfeksi virus corona usai terdapat lonjakan kasus sebanyak 240 orang pada Selasa (31/3). Jumlah itu, menjadi kenaikan kasus Covid-19 dalam satu hari tertinggi di Pakistan.

Bangladesh mengkonfirmasi enam orang meninggal karena terinfeksi Covid-19. Sedangkan, jumlah kasus yang dikonfirmasi positif Covid-19 adalah 54 orang.

Sri Lanka mengkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 132 kasus dan termasuk dua kematian. Afghanistan telah mengkonfirmasi sebanyak 196 kasus, termasuk empat kematian akibat Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA