Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Luhut: Mudik Buat Jumlah Orang Susah Bertambah

Rabu 01 Apr 2020 06:17 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Christiyaningsih

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan sebut jika tak ada kesadaran untuk tak mudik maka jumlah orang susah bertambah. Ilustrasi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan sebut jika tak ada kesadaran untuk tak mudik maka jumlah orang susah bertambah. Ilustrasi.

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Luhut menyebut jika tak ada kesadaran untuk tak mudik, jumlah orang susah bertambah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah hingga saat ini masih menggodok kebijakan mudik Lebaran 2020 untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 bertambah. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga saat ini menjadi Pelaksana Tugas Menteri Perhubungan mengungkapkan bahayanya mudik saat pandemi corona.

"Jadi, tergantung kamu sendiri. Kalau tidak ada kesadaran, itu sudah membantu jumlah orang meningal bertambah. Jumlah orang susah bertambah," kata Luhut dalam video conference, Selasa (31/3).

Luhut menuturkan, sambil menunggu kebijakan resmi dibuat, pemerintah mengimbau masyarakat jangan melakukan mudik. Terlebih, saat ini tercatat sudah banyak pemudik yang mencuri start untuk mudik lebih awal ke kampung halaman.

Luhut tak sependapat jika pemerintah terlambat dalam memutuskan kebijakan larangan mudik. Dia menegaskan, dinamika keadaan saat pandemi corona berlangsung sangat cepat sekali.

"Kita juga enggak menduga sedemikian cepat. Amerika Serikat saja yang superpower begitu juga banyak yang tidak menduga. Saya beberapa waktu lalu ke AS. Mereka masih tenang-tenang saja tiba-tiba dua pekan lalu sudah kayak kebakaran jenggot," ungkap Luhut.

Untuk itu, dia meminta semua pihak jangan memberikan komentar yang membuat keadaan makin sulit. Luhut menegaskan, banyak negara yang menghadapi virus corona dan semuanya harus menghadapi tekanan luar biasa.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA