Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Mesir Tingkatkan Pasokan Bahan Pokok Hadapi Pandemi Covid-19

Selasa 31 Mar 2020 15:34 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Sungai Nil yang membelah kota Kairo, Mesir.

Sungai Nil yang membelah kota Kairo, Mesir.

Foto: Republika/Rusdi Nurdiansyah
Pemerintah Mesir khawatir keamanan pangan terancam saat pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi meminta kepada pihak berwenang untuk meningkatkan cadangan bahan pokok strategis. Hal itu dilakukan karena pemerintah khawatir keamanan pangan akan terancam di tengah pandemi virus corona jenis baru, atau Covid-19.

Mesir akan mulai memanen tanaman gandum lokal pada April. Pemerintah diharapkan dapat menyerap hasil panen tersebut sebesar 3,6 juta ton. Mesir sudah memiliki stok gandum untuk 3,5 bulan dan cadangan beras untuk 4,6 bulan ke depan. Selain itu, Mesir juga memiliki cadangan minyak nabati yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Oktober.

Otoritas Umum untuk Komoditas Suplai telah membeli 120 ribu ton minyak nabati pada 19 Maret, serta 360 ribu ton gandum dari Rusia dan Rumania pada 11 Februari.

Baca Juga

Hingga saat ini belum ada kejadian panic buying di Mesir. Namun, para pejabat berulang kali menegaskan bahwa stok bahan pokok cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Mesir selama pandemi Covid-19. Jutaan warga Mesir bergantung pada program subsidi pemerintah untuk bahan pokok seperti roti, pasta, dan minyak goreng.

Presiden Al Sisi menekankan pentingnya peran badan perlindungan konsumen untuk memastikan aliran bahan pokok menjelang Ramadan, yang akan dimulai sekitar akhir April. Biasanya, tingkat konsumsi pada saat Ramadan meningkat.

Pada Senin, Mesir melaporkan 47 kasus baru virus corona dan satu kematian. Hal itu membuat total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Mesir menjadi 656, dengan 41 kematian. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA