Senin 30 Mar 2020 13:43 WIB

Pelayan Ratu Elizabeth Positif Covid-19

Kesehatan Ratu Elizabeth kini kian dipertanyakan.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Nora Azizah
Seorang pelayan kerajaan Inggris yang sering kontak langsung dengan Ratu Elizabeth dilaporkan positif terinfeksi Covid-19 (Foto: Ratu Elizabeth)
Foto: EPA
Seorang pelayan kerajaan Inggris yang sering kontak langsung dengan Ratu Elizabeth dilaporkan positif terinfeksi Covid-19 (Foto: Ratu Elizabeth)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pelayan kerajaan Inggris dilaporkan positif terinfeksi Covid-19. Pelayan tersebut diketahui memiliki kontak rutin dengan Ratu Elizabeth II dalam kesehariannya.

Dilansir di laman Page Six, Senin (30/3), hasil tes positif ini menjadi tes kesekian kalinya di lingkungan Istana Buckingham. Sebelumnya, seorang staf dilaporkan telah terinfeksi, bahkan Pangeran Charles juga diuji positif virus Covid-19.

Baca Juga

"Semua orang takut, tidak hanya untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk Ratu dan Duke. Ada rasa takut yang nyata di udara saat ini," kata seorang sumber kerajaan kepada The Sun.

Ratu Elizabeth II yang berusia 93 tahun, dan suaminya, Pangeran Philip atau The Duke of Edinburgh, yang berusia 99 tahun pada Juni mendatang, sudah melakukan karantina di Kastil Windsor selama adanya pandemi ini. Istana Buckingham bersikeras kepada media mengabarkan bahwa sang Ratu tetap dalam keadaan sehat.

Laporan itu tidak menyebutkan di mana pelayan yang terinfeksi itu ditempatkan ketika ia dinyatakan positif. Menurut surat kabar Inggris, saat ini pelayan tersebut sudah mengisolasi diri.

Tugas pelayan yang rutin melakukan kontak langsung dengan sang Ratu, termasuk mengambil minuman dan makanan untuk Ratu. Lalu dia juga memperkenalkan tamu, menyerahkan pesan-pesannya, dan mengantar anjing-anjing kesayangannya, yaitu anjing silang corgi dan dachshund bernama Vulcan dan Candy.

"Semuanya sekarang menjadi sangat serius dan agak menakutkan. Semua orang bertanya-tanya, siapa selanjutnya dan apa selanjutnya," kata sumber kerajaan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement