Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Mahfud: Saya Kira Ini TV Apa? Alquran Dijadikan Dagelan

Kamis 05 Mar 2020 14:29 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Teguh Firmansyah

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Mahfud MD.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukkam) Mahfud MD.

Foto: Antara/Jojon
Mahfud mempertanyakan TV yang mengundang penceramah, tapi baca ayat dan hadits salah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyebut banyak pengelola rubrik keagamaan di televisi yang tidak mengerti agama. Ia melihat sembarang orang diberikan tempat untuk berceramah di televisi.

"Sembarang orang disuruh ngomong, kasih judul ini salah lagi, baca ayat salah, baca hadits salah, makhrojnya salah," ujar Mahfud saat mengisi acara di kegiatan Sertifikasi Dai di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Mahfud kemudian mempertanyakan pihak yang memilih tema dan ustaz yang tampil di televisi. Ia melihat adanya ceramah atau omongan yang justru menyesatkan masyarakat.

Karena itu, MUI dan Komsi Penyiaran Indonesia (KPI) perlu bekerja sama mengundang televisi untuk membahas hal tersebut.
"Ini orang dikarbit hanya karena bisa ngelucu, bisa cerita horor, bisa mendramatisir masalah lalu dijadikan sebagai da'i. Saya kira ini TV apa ini? Soalnya Alquran dijadikan dagelan dan itu bertahun-tahun di TV," katanya.

Ia juga mengusulkan dalam pertemuan itu nantinya dicarikan konsultan untuk konten-konten keagamaan. Menurut dia, banyak ulama di MUI yang bisa menyajikan konten keagamaan dengan beragam cara, baik dengan cara melucu maupun serius.

"Kiai-kiai yang lucu bisa, ndak usah cari-cari sendiri asal ketemu pelawak lalu disuruh, majelis ulama bisa kok carikan itu. Yang bisa ngelawak, bisa, yang bisa nakut-nakuti bisa. Ahlinya banyak tuh di pesantren," terang dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA