Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Tuesday, 3 Syawwal 1441 / 26 May 2020

Liga 1 Mulai Terdampak Corona

Rabu 04 Mar 2020 21:36 WIB

Red: Andri Saubani

Menpora Zainudin Amali (keempat kiri) didampingi Ketua PSSI Mochammad Iriawan (keenam kiri) dan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri (kedelapan kiri) menyalami pesepak bola Persebaya Surabaya saat pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga-1 Indonesia 2020 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020).

Menpora Zainudin Amali (keempat kiri) didampingi Ketua PSSI Mochammad Iriawan (keenam kiri) dan Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Cucu Somantri (kedelapan kiri) menyalami pesepak bola Persebaya Surabaya saat pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga-1 Indonesia 2020 di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Laga Persija vs Persebaya di GBK pada 7 Maret mendatang tidak bisa digelar.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Afrizal Rosikhul Ilmi, Muhammad Ikhwanuddin

Wabah corona mulai berdampak pada gelaran Liga 1 Indonesia yang baru saja memulai kick off-nya pada musim ini.  PT. Liga Indonesia Baru (LIB) pada Rabu (4/3) resmi membatalkan laga big match Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya demi menghormati keputusan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tidak menerbitkan izin keramaian.

Baca Juga

Sesuai jadwal pada pekan kedua Liga 1 2020, laga tersebut rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada 7 Maret mendatang. Keputusan pembatalan itu diambil menindaklanjuti surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta tentang peningkatan kewaspadaan terhadap virus corona pada 3 Maret lalu.

"Dengan berbagai pertimbangan dan beberapa masukan kita mendengarkan juga dari pemerintah daerah, khususunya DKI jakarta, yang sudah mengeluarkan surat untuk tidak mengeluarkan izin keramaian. Hasil dari rapat tadi kita putuskan untuk pertandingan Persija dengan Persebaya yang seyogyanya digelar 7 Maret, kita tunda sampai dengan jadwal yang akan kita atur kemudian," kata Direktur Utama PT LIB, Cucu Somantri di Jakarta, Rabu.

Cucu mengatakan, LIB juga menginstruksikan kepada setiap klub untuk lebih meningkatkan koordinasi terkait antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19) dalam pelaksanaan pertandingan sepak bola. Dia berharap adanya perhatian khusus pada kesehatan dan memperkuat pendeteksi dini gejala virus corona di stadion. Cucu mengaku pihaknya akan datang ke Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan koordinasi.

"Sehingga dalam pelaksanaan pertandingan itu menjaga hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan, menambah perkuatan dari tim kesehatan dengan alat deteksi dan sebagainya. Sehingga betul-betul nanti yang menyaksikan pertandingan itu dalam kondisi aman dan clear khususnya dari segi kesehatan," jelas dia.

Satu-satunya laga yang ditunda sejauh ini adalah big match antara Persija melawan Persebaya, meskipun banyak pertandingan lain yang juga digelar di pekan kedua Liga 1 2020. PT LIB belum bisa memastikan

"Di tempat lain, para kepala daerah saya rasa sudah antisipasi tentang itu, sejalan dengan pemerintah pusat. Kita percaya lah dengan yang dilakukan pemerintah, sehingga ini jangan dijadikan momok tapi antisipasi tetap kita lakukan," tambah dia.

LIB tidak mengambil pilihan untuk menggelar laga dengan konsekuensi digelar tanpa penonton. Menurut Cucu, sayang jika big match tersebut digelar tanpa penonton.

"Daripada tidak ada penonton kan rasanya hambar, jadi lebih baik ditunda dulu, reschedule," ujar dia.

Pelatih Persebaya Aji Santoso pun sudah meliburkan para pemain setelah mendapat informasi tentang penundaan laga tandang melawan Persija Jakarta di SUGBK. Padahal, Aji mengungkapkan, pemain berlatih dengan intensitas tinggi dalam dua hari terakhir.

"Kalau pertandingan lawan Persija ditunda, saya juga merubah jadwal, yang seharusnya kami besok berangkat ditunda, akhirnya besok kami liburkan pemain karena dua hari ini latihannya cukup keras," kata Aji kepada wartawan, Rabu (4/3).

Aji mendapatkan informasi penundaan laga tersebut saat memimpin latihan pada Rabu (4/3). Dia mengatakan program latihan sudah dirancang untuk mempersiapkan pemain pada laga tersebut. Menurutnya, penundaaan tersebut tentunya tidak menguntungkan kedua belah pihak.

"Kita sudah fokus persiapan kita bagus, kita mempersiapkan tim supaya nanti ketika tanggal 7 Maret tuh sudah peak performance, akhirnya ya kita ubah. Ini tadi saya ubah lagi programnya. Schedule-nya juga saya rubah. Makannya besok saya liburkan pemain," jelas dia.

Persebaya terpaksa membatalkan tiket keberangkatan ke Jakarta. Aji juga mengatakan sudah mengirim nama-nama pemain yang akan diboyong ke Jakarta. Namun, Aji memastikan akan bersikap kooperatif dengan keputusan untuk menunda laga tersebut.

"Kalau memang itu aturannya ya harus kita taati. Enggak ada masalah, mau ditunda atau main kita enggak komplain. Siap saja kita," kaya dia.

"Pokoknya saya dan tim persebaya mengikuti aturan, kalau memang ditunda kita ikuti. Kalau main pun kami juga siap, yg terpenting tim dalam keadaan dan kondisi siap untuk bermain kapan saja. Kondisi anak anak juga cukup bagus semua," tegas dia.

Tunggu arahan

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan masih menunggu arahan dari pemerintah terkait antisipasi penyebaran virus corona pada kompetisi sepak bola. Diketahui, Liga 1 baru berjalan satu pekan sejak kick off pada 29 Februari lalu.

Selain itu, di ajang internasional tim nasional (Timnas) Indonesia akan melakoni laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia zona Asia melawan Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, 26 Maret mendatang. Iwan mengatakan sejauh ini belum ada instruksi dari pemerintah terkait hal tersebut.

"Kami menunggu dari pemerintah berkaitan dengan tim kami yang bakal berangkat ke Thailand," kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu di Stadion Pekansari, Bogor, Selasa (3/3).

"Kalau pemerintah melarang kami bernagkat akan kami ikuti, tentunya ini juga tidak masalah dengan kegiatan dan aturan baik dari FIFA, AFF, dan AFC. Sehingga kami menunggunya," tambah Iwan.

Pada Senin (2/3), Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa dua warga Depok, Jawa Barat, positif menderita penyakit pernapasan akibat virus corona. Itu menjadi kasus corona pertama di Tanah Air setelah virus tersebut mulai menginfeksi orang-orang di Wuhan, China, pada Desember 2019.

Di belahan dunia lain, virus corona membuat pertandingan sepak bola ditunda atau tetap berlangsung meski tanpa penonton. Di negara tetangga, Vietnam, wabah corona membuat mereka harus menggelar laga perdana liga tanpa penonton.

Adapun China, Korea Selatan dan Jepang menunda semua pertandingan di liga. Sementara di Italia, mengundur beberapa jadwal pertandingan. Iwan mengatakan, PSSI belum bisa mengatakan langkah yang akan diambil menanggapi virus Corona.

"Tidak bisa bicara itu karena pemerintah belum memberikan peringatan kepaa kami atau ketentuan khusus. Kami sudah komunikasi dengan Kemenpora. Menpora juga akan bersurat ke Menkes bagaimana langkah kita selanjutnya terkait corona," jelas Ibul.

Pemerintah RI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum mengeluarkan rekomendasi atau instruksi taktis terkait keolahragaan nasional. Sekretaris Kemenpora, Gatot S Dewa Broto menyatakan, pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi atau imbauan terkait keolahragaan.

"Belum (ada imbauan)," katanya saat dihubungi Republika, Selasa (3/3).

Kemenpora masih menunggu arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai lembaga yang berkompetensi menyikapi antisipasi wabah virus corona. Gatot menegaskan, masih menjalankan komunikasi antara Kemenpora dan Kemenkes terkait fenomena ini.

"(Komunikasi) sedang berlangsung," ujarnya.

photo
Sejumlah suporter Persija Jakarta membentangkan syal dukungan saat klub idolanya bertanding melawan Borneo FC dalam pekan pertama Shopee Liga 1 2020 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Ahad (1/3/2020). - (Antara/Aditya Pradana Putra)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA