Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Rainbow Cake, Novel Thriller Psikologi tentang Perisakan

Rabu 17 Jul 2019 14:30 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Novel thriller Rainbow Cake, karya dua pengarang Rayni Massardi dan Christyan

Novel thriller Rainbow Cake, karya dua pengarang Rayni Massardi dan Christyan

Foto: instagram/Rayni Massardi
Novel thriller Rainbow Cake digarap dua pengarang beda gender dan generasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hilda kerap mengalami perisakan semasa remaja. Pengalaman buruk membuat gadis itu tidak nyaman dengan dirinya. Semuanya tetap berlanjut hingga Hilda melanjutkan sekolah ke Paris, Prancis, dan pindah ke Ubud, Bali.

Setelah akhirnya kembali ke Jakarta, Hilda memulai usaha dan menjadi pemilik toko kue. Dia terus dihantui musik dan lagu yang tiba-tiba bersarang di benaknya. Semua itu ditambah perjumpaan Hilda dengan orang-orang dari masa lalu yang pernah melukainya.

Cinta, benci, rindu, dan dendam mengaduk-aduk emosi Hilda. Alunan lagu misterius yang menghantuinya juga mendorong untuk melakukan hal-hal tak terduga. Salah satunya membuat seni instalasi "Kue Terindah" yang berakhir dengan kengerian dan malapetaka.

Kisah Hilda hadir dalam novel thriller psikologi berjudul Rainbow Cake karya Rayni N Massardi dan Christyan AS. Novel setebal 260 halaman terbitan PT Gramedia Pustaka Utama (GPU) itu telah tersedia di seluruh Indonesia sejak 27 Mei 2019.

Lewat rilis pers yang diterima Republika.co.id, novel berada di deretan 10 buku terlaris di jaringan toko buku Gramedia dan Paper Clip selama beberapa pekan terakhir. Karya fiksi tersebut digarap dua pengarang dari generasi dan gender berbeda.

Proses penulisan Rainbow Cake berlangsung sejak 2018. Gagasan utama dari Rayni diserahkan kepada Christyan untuk penyempurnaan sesuai imajinasi dan kreasi sang seniman. Setelah itu, mereka melakukan penyuntingan ulang hingga bentuk final pada 2019.

Tugas Christyan tidak hanya menulis dan melengkapi teks, tapi juga membuat ilustrasi di setiap bab serta rancangan sampul. Setelah disepakati, mereka kemudian meminta Nanang Gani untuk membuat desain sampul novel.

Ini bukan pertama kalinya Rayni bekerja sama dengan Christyan. Sebelumnya, Rayni telah meminta Christyan untuk membuat ilustrasi dan gambar sampul kumpulan cerita pendek bergambar Daun Itu Mati (Prenada Media-2017).

Rainbow Cake adalah karya fiksi kesembilan Rayni, sekaligus pengalaman pertama menulis dalam genre thriller. Secara khusus, Rayni berterima kasih kepada budayawan Sujiwo Tejo yang telah menciptakan lagu "Titi Kolo Mongso" dan "Ingsun".

Dua lagu itu disebut Rayni telah mengilhami, menggerakkan, dan memberikan energi luar biasa dalam proses dan penulisan novel Rainbow Cake. "Tanpa kedua lagu itu, mungkin novel ini tidak akan pernah lahir," kata Rayni lewat pernyataan resminya.

Dalam waktu dekat, Rayni akan menggelar "Bincang Bully Novel Rainbow Cake" di Perpustakaan Ajip Rosidi, Bandung, pada Sabtu 27 Juli 2019. Dia akan berbagi ihwal proses penulisan dan keprihatinan terhadap aksi perisakan fisik maupun verbal.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA