Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Komunikasi Antarbudaya

Ahad 07 Jul 2019 06:00 WIB

Red: Irwan Kelana

Wakil Rektor UIN Ar-Raniry bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr  H Gunawan Adnan  MA, Ph D menyerahkan cinderamata kepada keynote speaker, Direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta,  Prof  Dr  Abdul Majid Hakimelahi.

Wakil Rektor UIN Ar-Raniry bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr H Gunawan Adnan MA, Ph D menyerahkan cinderamata kepada keynote speaker, Direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Prof Dr Abdul Majid Hakimelahi.

Foto: Dok UIN Ar-Raniry
Seminar itu membahas hubungan Asia Tenggara dan Asia Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Seminar Komunikasi Antarbudaya Asia Tenggara dan Asia Barat.  kegiatan yang berlangsung di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Kamis (4/7) dibuka oleh Wakil Rektor bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr  H Gunawan Adnan MA, PhD.

Ketua panitia, Dr  Abdul Rani Usman MSi mengatakan, seminar tersebut mengundang keynote speaker, Direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta Prof Dr  Abdul Majid Hakimelahi. Pemateri lainnya, yaitu guru besar UIN Ar-Raniry, Prof  Yusny Saby dan Prof Alyasa’ Abubakar;  Fauzan Santa dari praktisi film Aceh; Ir Muhammad Iqbal (Kadin Aceh);  dan Muhammad Hasan Tavakkoli (atase Ekonomi Kedubes Iran).

“Kegiatan seminar tersebut diharapkan mampu melahirkan pencerahan khususnya bidang kebudayaan dan akademik. Sehingga,  ke depan dapat dilakukan kerja sama bidang akademik, terutama terkait dengan pertukaran mahasiswa Aceh dengan Iran.  Selanjutnya,  kita akan dapat melahirkan penelitian bersama berkaitan dengan sejarah, kebudayaan dan teknologi masa kini,” ujar Abdul Rani dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (5/7).

Selanjutnya, sambung Abdul  Rani, kita mengharapkan kepada pemerintah Iran untuk memberikan beasiswa kepada anak-anak Aceh di masa mendatang. Selain itu, beberapa hal lain dapat dilakukan bersama seperti penulisan buku, penelitian dan workshop.

“Fokus dari kegiatan tersebut adalah dalam rangka menjalin kerja sama bidang akademik yang berkaitan dengan pengiriman mahasiswa ke berbagai kampus di Iran, pendekatan yang dilakukan khususnya dengan pendekatan budaya, ini telah berlangsung sejak setahun yang lalu,” kata Rani.

Direktur ICC, Prof Dr  Abdul Majid Hakimelahi mengatakan, bahwa ia selama bertahun-tahun telah mempelajari dan mengkaji tentang sejarah peradaban dan budaya Indonesia serta tentang Pancasila, dan secara berkesinambungan kecintaannya terhadap Nusantara dan Indonesia semakin bertambah.

“Lebih dari 50 negara yang saya kunjungi pada berbagai konferensi di dunia, tapi perasaan dan kekeluargaan yang saya dapatkan di Indonesia tidak saya dapatkan di tempat lain. Saya rasa masyarakat Indonesia harus menghargai sifat kekeluargaan tersebut,” ujarnya.

Dr  Abdul Majid menambahkan,  ia menemukan bahwa orang Indonesia, akhlak dan moralnya sangat santun, budaya masyarakat Indonesia yang saling menghargai harus dirawat dengan baik.

“Kami berharap dengan kegiatan ini merupakna awal kita melakukan kerja sama, dan  ke depan akan kita lakukan kerja sama di segala sektor, khususnya bidang akademik dankebudayaan,” pungkas Abdul Majid.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA