Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Minggu, 18 Zulqaidah 1440 / 21 Juli 2019

Ada Jalur Hafiz Quran di PPDB Sulsel, MUI: Masya Allah

Selasa 18 Jun 2019 17:36 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Seorang santri menghafal ayat Alquran (ilustrasi)

Seorang santri menghafal ayat Alquran (ilustrasi)

Foto: Ampelsa/Antara
MUI menyambut baik kebijakan pro keummatan seperti ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan mengapresiasi kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pendidikan terkait keikutsertaan penghafal Alquran sebagai kategori jalur prestasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. "Masya Allah, kami menyambut baik kebijakan pro keummatan seperti ini," ungkap Sekretaris MUI Sulsel, Ustaz Ikhwan Jalil yang dihubungi via telepon selulernya dari Makassar, Sulsel, Selasa (18/6).

Lebih dari itu, Ustaz Ikhwan berharap kebijakan ini diiringi tindak lanjut yang mendukung terhadap kualitas penghafal. Menghadirkan program di sekolah yang bisa meningkatkan kualitas hafalan hingga pada skill peserta didik.

Baca Juga

Menurutnya, pemerintah juga harus memikirkan peningkatan pemahaman terhadap Alquran. Seperti pemberian stimulan untuk aktif keagamaan pada bidang kurikuler maupun ajang kreatifitas, serta menfasilitasi unit-unit pendidikan kepada kegiatan keagamaan.

"Jadi bukan sekadar menerima saja. Seandainya telah diterima, perlu difikirkan apa yang mendukung dan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat, baik yang dikelola oleh lembaga tahfidz maupun lainnya," ucap dia.

Jika bibit-bibit ini bisa dikelola secara tepat dan baik, maka dipercaya akan semakin berkualitas dan mampu berkiprah lebih baik. "Contohnya saja lulusan terbaik UGM tahun ini ialah hafidz 30 juz. Memang dalam dunia penghafal hal-hal berkaitan itu penting, utamanya lanjutan proses mengasah skill bersamaan dengan hafalannya," jelas Ustaz Ikhwan.

Menanggapi hal ini, Ketua Panitia PPDB Sulsel, Sabri mengatakan, program literasi Alquran oleh Gubernur Sulsel telah berjalan yang digelar di SMA. Selama 15 menit, siswa sebelum memulai pelajaran harus membaca Alquran dalam kelas bersama-sama.

Selain itu, agar para penghafal tetap mempertahankan kualitas hafalannya, Disdik Sulsel berencana untuk menggandeng pihak terkait sebagai ahli dalam menggaungkan Alquran di kalangan siswa.

"Nanti kita MoU dengan ahlinya supaya program ini jalan, kita serahkan ke pakarnya salah satunya Al Bir. Program ini oleh provinsi yang akan diaplikasikan insya Allah ke semua sekolah binaannya, termasuk pada Sekolah Luar Biasa (SLB)," jelasnya.

Bahkan sekaligus akan melibatkan para hafiz yang lulus untuk meningkatkan kemampuan teman-temannya terlebih dahulu. Sekalipun hanya dalam sebatas lingkup sekolah.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA