REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Nasional Gita Indonesia, Reza Fahlevi menganggap bahwa penentuan pemenang Konvensi capres Partai Demokrat (PD) tidak semata hanya populer di survei. Menurut dia, faktor lain seperti usia muda, jejak rekam bersih dan populer di pemilih pemula menjadi pertimbangan Majelis Tinggi.
“Saya kira para pengambil keputusan tertinggi di PD dan Panitia Konvensi Capres PD akan bijaksana serta cukup cerdas dalam menentukan penilaian peserta konvensi," ujar Reza di Jakarta (3/3).
Dijelaskan Levi, selain dari hasil survei, mereka (peserta Konvensi Demokrat) harus memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan Komite Konvensi dan Majelis Tinggi PD.
"Ada salah satu faktor terpenting yang juga harus jadi penilaian, yakni faktor usia," ujarnya menegaskan. Menurutnya, pemimpin muda cenderung dilirik para pemilih pemula dan muda yang jumlahnya sangat signifkan, yakni sekira 53 juta suara pada Pemilu 2014 ini.
"Sosok seperti Gita Wirjawan adalah figur yang memenuhi kriteria tersebut. Muda, berani, bersih dan punya kapasitas," tegasnya.
Ditambahkan dia, jika Demokrat ingin bisa bersaing dengan PDIP, maka pilihan untuk menampilkan sosok capres muda yang bersih dan mengerti anak muda menjadi hal mendesak yang harus diperhatikan.
“Indonesia membutuhkan pemimpin yang berusia muda yang mampu menjawab tantangan zaman ke depan," kata dia menambahkan.