Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Minggu, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 Januari 2020

Penyair Ajak Muslim London Balas Teror dengan Cinta

Rabu 21 Jun 2017 01:12 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Seorang petugas forensik sedang memeriksa sebuah mobil van di dekat stasiun Finsbury Park setelah kendaraan tersebut menghantam pejalan kaki di London utara, Senin (19/6).

Seorang petugas forensik sedang memeriksa sebuah mobil van di dekat stasiun Finsbury Park setelah kendaraan tersebut menghantam pejalan kaki di London utara, Senin (19/6).

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Penyair Hussain Manawer mengimbau warga London, Inggris, untuk tidak menanggapi aksi terorisme dengan kebencian. Ia mengajak semua pihak untuk membalas berbagai serangan terhadap jamaah Muslim maupun masyarakat sipil yang belakangan terjadi dengan cinta.

Manawer mengatakan, insiden tak terduga seperti teror London Bridge dan serangan Masjid Finsbury Park telah menunjukkan keberanian warga Inggris. Meski ditimpa rasa sakit dan penderitaan, beragam komunitas di London terus menemukan cara untuk saling mendukung yang membuat kota tersebut tumbuh lebih kuat.

"Terdengar banyak kisah keberanian dan kemurahan hati para pria dan wanita yang mempertaruhkan nyawa untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut di trotoar Pasar Borough dan tempat-tempat lain," ujarnya.

Untuk mempertahankan kondisi saling mendukung itu, ia menyebutkan pentingnya sikap terus menjembatani kesenjangan. Menurut Manawer, dibutuhkan upaya mempromosikan keharmonisan di setiap kelompok masyarakat, entah itu berdasarkan usia, ras, jenis kelamin, hingga agama.

Masing-masing kelompok itu diimbaunya untuk membaur, saling mengenal, dan menjangkau perbedaan satu sama lain. Ia mendorong diselenggarakannya perayaan hari raya secara terbuka di tempat-tempat ibadah yang dapat dikunjungi lintas kelompok agar tidak ada perasaan terasing dan berbeda.

Juru kampanye kesehatan mental yang menggunakan puisi sebagai bentuk terapi dan ekspresi diri itu percaya, London adalah kota multikultural yang amat menjunjung toleransi. Terlepas dari beragamnya latar belakang, semua orang bisa berbagi cinta untuk meruntuhkan penghalang dan semakin terkoneksi satu sama lain.

"Dengan mengeksplorasi apa yang membuat masing-masing dari kita unik dan istimewa, kita akan membangun kota yang lebih kuat lagi untuk generasi mendatang. Kita akan menyadari bahwa kita bukan musuh bagi satu sama lain," tuturnya, dilansir dari laman Standard UK.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA