Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Dua Ribu Siswa Papua Barat Ikuti Ujian Kesetaraan

Rabu 03 May 2017 14:30 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: Antara/Abriawan Abhe

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Sebanyak 2.140 siswa SMP, MTs, SMA, MA dan SMK di wilayah Provinsi Papua Barat mengikuti ujian kesetaraan tahun 2017.

Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat Kemat di Manokwari, Rabu (3/5), mengatakan, peserta ujian kesetaraan tersebut tersebar pada SMP, MTs, SMA, MA dan SMK di delapan Kabupaten /kota.

"Dari setiap kabupaten dan kota jumlahnya bervariasi dari 96 orang hingga 476. Masing-masing mengikuti ujian paket B dan C," kata Kemat.

Dia merinci peserta ujian paket B dan C itu tersebar di Kabupaten Manokwari, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Fakfak, Teluk Bintuni, Raja Ampat, Sorong Selatan dan Kabupaten Kaimana.

Kemat mengutarakan seluruh peserta ujian SMP, MTs, SMA dan SMK di Papua Barat berjumlah 29.040 siswa. Ujian tingkat SMA, MA dan SMK sudah berlangsung dan masing-masing sekolah sudah mengumumkan hasilnya.

"Untuk ujian SMP dan MTs, saat ini sedang berlangsung yang dimulai dari Selasa (2/5). SD dan MI akan menyusul," kata dia.

Dia mengutarakan pemerintah provinsi saat ini hanya menangani urusan pendidikan SMA, MA dan SMK. Meskipun demikian pada pelaksanaan ujian SMP ini pihaknya tetap mengurus tim untuk memantau pelaksanaan ujian di seluruh wilayah.

Sejauh ini, lanjutnya, pelaksanaan ujian berlangsung lancar dan sebagian besar SMP dan MTs di daerah ini belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). "Kendala utamanya masalah sarana dan prasarana seperti komputer dan jaringan internet. Masih banyak sekolah yang belum punya," katanya.

Dia berpandangan, terkait persoalan komputer sebetulnya bisa dikoordinasikan dengan sekolah lain seperti sekolah SMA dan SMK yang sudah bisa melaksanakan UNBK. Diharapkan ke depan SMP, MTs dan SMPLB di daerah tersebut bisa menjalankan UNBK.

"Untuk SMA, MA dan SMK pun tahun ini belum seluruhnya bisa melaksanakan UNBK. Rata-rata terkendala masalah infrastruktur komputer, jaringan internet dan ketersediaan pembangkit listrik, terutama di daerah-daerah pedalaman," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA