Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Jagalan Festival Angkat Wisata Kotagede

Senin 31 Oct 2016 09:38 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pintu gerbang menuju makam raja-raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta.

Pintu gerbang menuju makam raja-raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta.

Foto: potensiwisata.bantulkab.go.id

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Arsitek Komunitas Jogja (Arkomjogja) menggandeng Maskapai Penerbangan Air Asia dan Karang Taruna Desa Jagalan Kota Gede Jogja menggelar Jagalan Festival 2016, mulai 29-30 Oktober. Atraksi event ini adalah penggabungan antara heritage site, sejarah, dan eksistensi desa tua di Jagalan, Kotagede, Yogjakarta yang sampai sekarang masih eksis. Menpar Arief Yahya cukup concern dengan potensi Joglosemar yang meliputi Jogja Solo dan Semarang, dengan ikon Borobudur.

Segitiga emas Pariwisata berbasis budaya di Joglosemar, akan semakin kuat. Terutama jika komunitas seperti Arkomjogja ini lebih banyak lagi mengeksplorasi potensi sejarah, heritage dan budaya di Joglosemar. “Kawasan ini, Jogja-Solo-Semarang adalah gudangnya. Karena itu harus lebih banyak lagi, agar orang tidak monoton hanya bertemu dengan destinasi wisata yang lama. Kelak harus selalu menemukan kreasi baru,” kata Arief Yahya.

Koordinator ArkomJogja, Yuli Kusworo mengatakan inti festival ini adalah Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka yang menawarkan kesempatan pada pengunjung untuk mengeksplorasi artefak dan peninggalan sejarah sebuah desa yang berusia ratusan tahun. Yuli mengatakan, festival kali ini juga memperkenalkan rute telusur kampung yang baru yang akan membawa pengunjung melihat peninggalan Kesultanan Mataram yang terkenal. Jagalan adalah salah satu dari lima desa yang membentuk zona inti kawasan bersejarah Kotagede, yang dulunya merupakan ibukota kerajaan Islam pada abad ke-16.

"Wajah desa yang dikenal sebagai akar dari perdagangan perak sejak 500 tahun yang lalu telah banyak berubah selama 20 tahun terakhir dan kami berharap untuk menggunakan kesempatan ini agar lebih meningkatkan kesadaran pentingnya konservasi budaya kepada masyarakat, menyusul hasil positif sejak diluncurkannya Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka tahun lalu," katanya.

Bersama dengan AirAsia Foundation, AirAsia memberikan dukungan pendanaan untuk penyelenggaraan tersebut. Komisaris AirAsia Indonesia, Dharmadi mengatakan, jagalan Festival bertujuan untuk memamerkan kekayaan peninggalan dari kawasan yang sarat dengan sejarah, melalui suguhan beragam karya arsitektur, film dan fotografi, serta karya seni lainnya. Dengan acara tersebut Air Asia menegaskan komitmennya untuk senantiasa mendukung potensi pariwisata lokal melalui peluncuran Jagalan Festival yang berlangsung di kawasan bersejarah Kotagede, Yogyakarta, menyusul suksesnya inisiatif Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka tahun lalu.

Rangkaian perayaan tahun ini diawali dengan diselenggarakannya kompetisi film pendek, street art dan selfie photography, mengajak seluruh peserta untuk mengirimkan karyanya dengan tema ‘Pinyi Jagalan’.  Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata Tazbir Abdullah mengucapkan terima kasih kepada Arkomjogja dan AirAsia atas perhatiannya terhadap pariwisata di Kotagede, Yogyakarta.

“Jagalan Festival ini dapat menjadi pemicu pertumbuhan dan memberi satu semangat kepada seluruh warga di sini untuk lebih siap lagi menjadi tuan rumah yang baik kepada wisatawan yang datang. Kami ingin melihat Yogyakarta menjadi destinasi wisata yang jumlah tamunya terus meningkat dan tentu saja pada akhirnya membawa kesejahteraan yang lebih baik lagi untuk seluruh masyarakatnya,” kata dia.

Jagalan Festival adalah sebuah perhelatan yang dilangsungkan secara menyeluruh di Desa Jagalan sebagai bagian dari Kerangka Konservasi Kotagede Melalui Kewirausahan oleh Arkomjogja. Program kewirausahaan sosial dengan dukungan dana dari AirAsia Foundation ini diawali dengan upaya pemetaan Desa Jagalan oleh kelompok pemuda Karang Taruna Desa Jagalan di tahun 2013. Inisiatif ini mendorong terselenggaranya berbagai aktivitas kewirausahaan sosial, diantaranya adalah peluncuran Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka serta terbentuknya Kumpulan Pengrajin Perak Selaka Kotagede.

Jagalan Tlisih Telusur Kampung Pusaka secara resmi diluncurkan pada bulan Maret 2015. Hingga saat ini, telusur kampung pusaka telah mengundang lebih dari 800 pengunjung lokal dan internasional ke Desa Jagalan. Selaka Kotagede Perak juga mengalami peningkatan pendapatan sebesar 30% per bulan selama tiga bulan untuk memenuhi pesanan silvercharms pertama dari Grup AirAsia yang dijual di dalam penerbangan sejak Juli 2015.

 

baca juga: Penerbangan Langsung Indonesia-Cina Bertambah

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA