Selasa , 19 Jul 2016, 12:43 WIB

Kementan Kembangkan Padi Berteknologi Baru di Boyolali

Red: Dwi Murdaningsih
Antara/Zabur Karuru
Buruh tani menanam bibit padi di area persawahan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/3).
Buruh tani menanam bibit padi di area persawahan di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/3).

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian mengembangkan penanaman padi serentak melalui 'Teknologi Jajar Legowo Super' di Kabupaten Boyolali. Pengembangan penanaman padi serentak melalui Teknologi Jajar Legowo Super yang perdana di Indonesia itu dilakukan di areal seluas 100 hektare, di Desa Trayu Kecamatan Banyudono Kabupatan Boyolali.

Menurut Kepala Balitbangtan Kementan Muhammad Syakir, kegiatan penanaman serentak melalui Teknologi Jajar Legowo Super tersebut sangat menguntungkan petani. Sebab, selain produktivitas akan meningkat sekitar 50 persen dibanding biasanya, biayanya juga lebih irit karena penggunaan pupuk hayati dan pemupukan berimbang yang ramah lingkungan.

"Kami melalui Balai Besar Penelitian Padi atau BB Padi, sejak 2007 hingga 2016 telah melepas berbagai VUB padi spesifik lokasi untuk semua agroekosistem budidaya padi, antara lain INPARI, HIPA, INPAGO, dan INPARA," katanya.

Menurut dia, tanam padi melalui teknologi tersebut berpeluang meningkatkan produksi padi baik melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam. Produktivitas nasional padi rata-rata mencapai 5,28 ton per ha gabah kering panen, sedangkan di tingkat penelitian dapat mencapai lebih dari 10 ton per ha GKP.

"Tanam padi tanam serentak lelalui teknologi jajar legowo super itu, bisa mencapai 12 ton gabah kering panen per ha," katanya.

Ia menjelaskan komponen penting dari Teknologi Jajar Legowoo Super tersebut antara lain VUB padi potensi hasil tinggi, Biodekomposer yang diberikan sebelum pengolahan tanah, pupuk hayati sebagai 'seed treatment' dan pemupukan berimbang berdasarkan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS), pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) menggunakan pestisida nabati dan pestisida anorganik berdasarkan ambang kendali dan alat mesin pertanian, khususnya untuk tanam (jajar legowo transplanter) dan panen (combine harvester).

"Petani akan diuntungkan karena program itu, dalam rangka menyambut Peringatan Hari Pangan Dunia ke-36, yang akan digelar di Boyolali Jateng pada 28-30 Oktober 2016," katanya.

Menurut dia, selain Kabupaten Boyolali Jateng, tanam tanaman padi serentak Teknologi Jajar Legowo Super, juga akan dikembangkan ke-12 daerah provinsi lainnya di Indonesia yang masuhk wilayah lumbung padi, antara lain Jawa Timur, Sumatera Selatan, Jawab Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Lampung, Sumatera Utara dan Aceh.

Video

Arus Mudik Lebaran, Ketua DPR: Semua Berjalan Lancar