Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Warga Indonesia di London Tertarik Investasi Syariah

Selasa 19 Jan 2016 17:00 WIB

Red: M Akbar

aktivitas INDUK di London

aktivitas INDUK di London

Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr. Murniati Mukhlisin, M.Acc (Konsultan, Sakinah Finance, Colchester-Inggris)

Indonesia Networking UK (Induk), sebuah perkumpulan pekerja Indonesia di United Kingdom (UK) menggelar kajian investasi syariah. Kegiatan ini digelar di kantor Kedutaan Besar RI (KBI) di London pada Ahad (17/1).

Acara ini diawali dengan sambutan dari Muhammad Ilham Effendi sebagai pejabat Kekonsuleran KBRI London. Ilham juga memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia yang baru-baru ini mendapat teror bom di Jakarta.

Sejak dua tahun ini, KBRI telah mempercayakan Murniati Mukhlisin dan Luqyan Tamanni, tim Sakinah Finance, untun memberikan kajian kepada anggota INDUK. Mulai dari pengarahan membuat perencanaan keuangan keluarga baik teori maupun praktik, disiplin pencatatan, mengatur keadaan saat defisit, dan kali ini mengatasi keuangan saat surplus.

Tuti Musbeth, ketua INDUK, mengatakan seorang pekerja yang bisa berhemat setiap bulan bisa menyisihkan 500 poundsterling setiap bulannya (sekitar Rp. 10 juta). ''Ini bisa menjadi tabungan untuk masa depan maka dari itu diperlukan pengarahan bagaimana berinvestasi sesuai syariah,'' Tuti.

Dalam kegiatan ini dipaparkan berbagai jenis investasi syariah serta niat, tujuan, pemahaman syariah dan tipe kecenderungan resiko seseorang.

Murniati menjelaskan jenis investasi jangka pendek di UK bagi risk averse bisa berupa deposito syariah berjangka 12 hingga 36 bulan. Lalu ada juga Individual Saving Account yang bagi hasilnya tidak terkena pajak, termasuk Young Person Notice Account untuk anak yang dananya bisa dicairkan ketika sang anak berusia 14 tahun. Sedangkan bagi risk taker bisa memilih Islamic unit trust, saham syariah atau menjalankan peluang bisnis.

Jika ingin berinvestasi di Indonesia, Murniati mengatakan, terdapat lebih banyak lembaga keuangan syariah. Termasuk di antaranya asuransi syariah yang semakin beragam dalam menawarkan produk dan jasanya. ''Namun syaratnya harus pulang ke Indonesia jika ingin menjadi nasabah atau peserta,'' ujarnya.

Pada bagian kedua, para peserta dikenalkan bagaimana berdoa dengan menggunakan asmaaul husna. Allah menegaskan dalam QS Al A'raf (7): 180 bahwa hanya Allah memiliki nama-nama baik maka dari itu bermohonlah kepadaNya dengan menyebutnya dalam berdoa.

''Semoga bekal kepahaman dan hafalan asmaaul husna dapat menjadi media berdoa sehingga akan mengawal kehidupan kami di London ini dengan lebih baik lagi,'' kata Siti Wahadi sebagai pembina INDUK.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA