Prabowo-Hatta ke MK, PDIP: Salam 3 Jari tak akan Berhenti
Sabtu , 26 Jul 2014, 13:18 WIB
Yasin Habibi/Republika
Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat berpidato kemenangan di atas kapal di Pelabuhan Sunda kelapa, Jakarta, Selasa (22/7) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mempersiapkan diri menghadapi proses hukum dan politik yang akan dihadapi. Yaitu, gugatan ke Mahkamah Konstitusi oleh tim Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Meski pun proses itu telah berjalan, tapi tekad untuk Indonesia satu yang disuarakan melalui salam tiga jari, tetap tidak akan berhenti dikumandangkan," kata jubir tim kampanye nasional Jokowi-JK, Sabtu (26/7).

Hasto mengatakan hal itu menyikapi gugatan yang dilakukan tim Prabowo-Hatta ke Mahkamah Konstitusi, atas dugaan kecurangan pada proses pilpres 2014.

Menurut Hasto, salam tiga jari adalah gerak rekonsiliasi nasional yang dilakukan tim Jokowi-JK untuk memulihkan persatuan Indonesia setelah pelaksanaan pilpres 2014.

Wasekjen DPP PDI Perjuangan itu mengatakan, sudah memperkirakan Prabowo-Hatta akan menggunakan jalur hukum untuk menggugat hasil penghitungan suara.

Hal ini, kata dia, memang diamanahkan dalam UU No 42/2008 tentang Pilpres.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyelesaian sengketa hasil pemilu melalui Mahkamah Konstitusi merupakan cara terbaik yang tersedia sesuai perintah konstitusi," katanya.

Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : antara
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar