Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Junta Militer Myanmar Berupaya Pindahkan Dana dari AS

Jumat 05 Mar 2021 13:41 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Pengunjuk rasa anti-kudeta melepaskan alat pemadam kebakaran untuk melawan dampak gas air mata yang ditembakkan oleh polisi selama demonstrasi di Yangon, Myanmar Kamis, 4 Maret 2021. Demonstran di Myanmar yang memprotes kudeta militer bulan lalu kembali ke jalan-jalan pada hari Kamis, tidak gentar oleh pembunuhan tersebut. setidaknya 38 orang pada hari sebelumnya oleh pasukan keamanan.

Pengunjuk rasa anti-kudeta melepaskan alat pemadam kebakaran untuk melawan dampak gas air mata yang ditembakkan oleh polisi selama demonstrasi di Yangon, Myanmar Kamis, 4 Maret 2021. Demonstran di Myanmar yang memprotes kudeta militer bulan lalu kembali ke jalan-jalan pada hari Kamis, tidak gentar oleh pembunuhan tersebut. setidaknya 38 orang pada hari sebelumnya oleh pasukan keamanan.

Foto: AP
Bank New York memblokir transaksi yang dilakukan junta militer Myanmar

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Penguasa militer Myanmar berusaha untuk memindahkan sekitar 1 miliar dolar AS yang ditahan di Federal Reserve Bank of New York (FRBNY) beberapa hari setelah merebut kekuasaan pada 1 Februari. Fakta itu mendorong pejabat Amerika Serikat (AS) untuk membekukan dana tersebut. 

Menurut tiga sumber yang salah satunya pejabat AS menyatakan, transaksi pada 4 Februari atas nama Bank Sentral Myanmar pertama kali diblokir oleh pengamanan FRBNY. Pejabat pemerintah AS kemudian berhenti menyetujui transfer sampai perintah eksekutif yang dikeluarkan oleh Presiden Joe Biden memberi lembaga itu otoritas hukum untuk memblokirnya tanpa batas waktu.

Seorang juru bicara Fed New York menolak berkomentar tentang pemegang rekening tertentu. Departemen Keuangan AS juga menolak berkomentar atas laporan terbaru itu. 

Baca Juga

Biden pun telah mengumumkan perintah eksekutif baru yang membuka jalan bagi sanksi terhadap para jenderal dan bisnis mereka. Dia mengatakan pada 10 Februari bahwa AS mengambil langkah-langkah untuk mencegah para jenderal memiliki akses yang tidak semestinya ke 1 miliar dolar AS dana pemerintah Myanmar.

Pejabat AS tidak menjelaskan pernyataan tersebut pada saat itu, tetapi perintah pusat yang dikeluarkan keesokan harinya secara khusus menyebutkan Bank Sentral Myanmar sebagai bagian dari pemerintah Myanmar. Perintah tersebut mengizinkan penyitaan aset pemerintah pasca-kudeta Myanmar.

Baca juga : Youtube Tutup Akun Lima Stasiun Televisi Myanmar

Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa perintah pusat itu dirancang untuk memberi Fed New York otoritas hukum untuk memegang 1 miliar dolar AS cadangan Myanmar tanpa batas waktu. Upaya yang belum pernah dilaporkan sebelumnya ini dilakukan setelah militer Myanmar melantik gubernur bank sentral baru dan menahan pejabat reformis selama kudeta. 

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA