Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Warga Pantai Timur Selandia Dievakuasi Usai Sirene Tsunami

Jumat 05 Mar 2021 13:36 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Gempa. Ilustrasi

Gempa. Ilustrasi

Foto: Reuters
Gempa berkekuatan 7,2 SR melanda bagian timur North Island Selandia Baru

REPUBLIKA.CO.ID, WELLINGTON -- Sirene peringatan tsunami dibunyikan pada Jumat (5/3). Ribuan warga Selandia Baru di pantai timur North Island dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi setelah gempa bumi ketiga.

“Orang-orang di dekat pantai di daerah berikut harus segera pindah ke tempat tinggi terdekat, keluar dari semua zona evakuasi tsunami, atau sejauh mungkin ke pedalaman. Jangan tinggal di rumah," kata Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) di Twitter.

Pekerja, pelajar, dan penduduk melarikan diri di daerah seperti Northland dan Bay of Plenty. Pejabat pertahanan sipil berada di lapangan untuk membantu para warga berwenang mengatakan gelombang tsunami bisa mencapai tiga meter di atas permukaan air pasang.

Baca Juga

Gempa berkekuatan 7,2 yang melanda bagian timur North Island Selandia Baru dirasakan oleh lebih dari 60.000 orang di seluruh negeri. Banyak yang menggambarkan guncangan itu sebagai kondisi yang parah. Gempa susulan masih tercatat di daerah tersebut.

“Gempa mungkin tidak terasa di beberapa daerah ini, tetapi evakuasi harus segera karena tsunami yang merusak mungkin terjadi,” kata NEMA.

Gempa terbaru berkekuatan 8,1 dan melanda Kepulauan Kermadec, timur laut North Island Selandia Baru. Kondisi itu terjadi tak lama setelah gempa berkekuatan 7,4 di wilayah yang sama. 

Sebelum itu, gempa pertama berkekuatan 7,2 skala Richter melanda sekitar 900 kilometer di sebelah timur North Island. Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

NEMA Selandia Baru mengatakan, gelombang pertama akan tiba di pantai utara Selandia Baru sekitar pukul 09.45 waktu setempat. Daerah yang terancam diperkirakan dari Bay of Islands ke Whangarei, dari Matata ke Teluk Tolaga termasuk Whakatane dan Opotiki, dan Great Barrier Island.

“Kami ingin semua orang menanggapi ancaman ini dengan serius. Pergilah ke tempat yang tinggi," Walikota Whangarei, Sheryl Mai, mengatakan kepada penyiar TVNZ.

Peringatan juga dikeluarkan untuk pulau Pasifik lainnya seperti Tonga, Samoa Amerika, Fiji, Vanuatu, Hawaii, dan lainnya. Australia mengeluarkan ancaman tsunami laut untuk Pulau Norfolk tetapi mengatakan tidak ada ancaman ke daratan. Cile mengatakan kemungkinan menghadapi mengalami tsunami kecil. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA