Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Produksi Tembaga Freeport Indonesia Naik 17,78 Persen

Selasa 27 Oct 2020 06:20 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

 President dan CEO Freeport-McMoRan Inc Richard C Adkerson.

President dan CEO Freeport-McMoRan Inc Richard C Adkerson.

Foto: Republika/Prayogi
Penjualan tembaga Freeport Indonesia juga mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Freeport Indonesia pada kuartal III ini mencatatkan kenaikan produksi tembaga. Berdasarkan laporan keuangan Freeport McMoran disebutkan produksi tembaga mengalami kenaikan 17,78 persen.

CEO Freeport McMoran, Richard Adkerson menjelaskan PTFI pada kuartal III tahun ini memproduksi 543 juta pound tembaga. Pada periode yang sama tahun lalu, produksi hanya 461 juta pound.

Seiring dengan kenaikan produksi, penjualan tembaga Freeport Indonesia juga mengalami kenaikan. Pada 9 bulan pertama tahun ini, penjualan tembaga Freeport Indonesia mencapai 518 juta pound atau naik 11,63 persen dibandingkan dengan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 464 juta pound.

Sementara itu, produksi emas perusahaan yang beroperasi di Papua itu sepanjang Januari—September 2020 mencapai 577 ribu ounce. Capaian ini turun 10,54 persen dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni 645 ribu ounce.

Penurunan produksi emas juga diikuti dengan turunnya penjualan komoditas tersebut. Pada kuartal ketiga tahun ini, Freeport Indonesia membukukan penjualan emas sebanyak 549 ribu ounce atau turun 16,69 persen dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu yang mencapai 659 ribu ounce.

"Volume penjualan konsolidasi FCX dari PTFI diperkirakan mencapai sekitar 790 juta pound tembaga dan 0,8 juta ounce emas untuk tahun 2020," ujar Adkerson, Senin (26/10).

Dia mengatakan bahwa seiring dengan upaya PTFI untuk terus meningkatkan produksi bijih tambang bawah tanahnya, produksi diperkirakan meningkat secara signifikan pada 2021 dibandingkan dengan 2 tahun terakhir ini.




BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA