Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Luhut Bahas Sovereign Wealth Fund dengan Badan Investasi AS

Jumat 23 Oct 2020 15:50 WIB

Red: Nidia Zuraya

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan

Foto: Ist
Sovereign Wealth Fund dibentuk setelah ada peraturan pemerintah turunan UU Ciptaker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menerima Chief Executive Officer (CEO) United States International Development Finance Corporation (IDFC) Adam Boehler guna membahas peluang investasi di Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Indonesia. SWF akan dibentuk setelah adanya peraturan pemerintah turunan dari UU Cipta Kerja.

Adam Boehler didampingi oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Yong Kim dalam pertemuan dengan Luhut di Jakarta, Jumat (23/10). Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (23/10), Luhut menjelaskan salah satu semangat dari UU Cipta Kerja adalah perbaikan iklim berinvestasi dan berusaha di Indonesia dengan tetap mengutamakan perlindungan lingkungan hidup dan kepastian perlindungan tenaga kerja.

Luhut menambahkan transparansi perizinan juga akan semakin jelas dengan adanya Online Single Submission (OSS). "Kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari perizinan berbasis risiko. Untuk bisnis berisiko, AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) harus diterbitkan sebelum izin usaha, yang diperlukan untuk memulai operasi bisnis. Perizinan berbasis risiko meningkatkan kemudahan berbisnis dengan tetap menjaga lingkungan," jelas Luhut.

US IDFC merupakan lembaga pembiayaan investasi yang dibentuk atas mandat Kongres Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada investasi di negara-negara berkembang.

Kunjungan Adam kali ini merupakan yang kedua kalinya ke Indonesia. Pada Januari lalu selain bertemu Menko Luhut, Adam juga diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

SWF Indonesia akan menjadi instrumen penting bagi pengembangan infrastruktur di Indonesia. Kehadiran SWF akan semakin memperkuat transparansi pengelolaan aset infrastruktur di Indonesia secara profesional dan sesuai dengan good international practice.

Lembaga investasi keuangan internasional seperti Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), US IDFC, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) merupakan beberapa yang dilibatkan dalam proses konsultasi pengembangan kerangka SWF Indonesia.

Adam Boehler menyampaikan optimismenya terhadap UU Cipta Kerja, yang ia lihat merupakan sebuah terobosan dalam memperbaiki iklim berinvestasi di Indonesia.

Sebelumnya IDFC dan pemerintah Indonesia telah membahas berbagai proyek seperti LRT, Trans Jawa, Trans Sumatera, pariwisata, PLTA di Kalimantan Utara, dan proyek energi terbarukan. Selain dengan Menko Luhut, Adam juga akan menemui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA