Jumat 27 Nov 2020 17:45 WIB

Bupati Muba Kucurkan Insentif Tambahan untuk Guru PAUD-TK

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para guru yang sudah berjuang mencerdaskan bangsa

Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyerahkan penghargaan dan apresiasi secara simbolis santunan bagi Guru Purna Bakti Tahun 2020 dan penyerahan Penghargaan siswa pemenang kompetisi Sains Nasional Sekolah Dasar Juara III Tingkat Nasional M Zafa Al Farobbi dari SDIT.
Foto: Musi Banyuasin
Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyerahkan penghargaan dan apresiasi secara simbolis santunan bagi Guru Purna Bakti Tahun 2020 dan penyerahan Penghargaan siswa pemenang kompetisi Sains Nasional Sekolah Dasar Juara III Tingkat Nasional M Zafa Al Farobbi dari SDIT.

REPUBLIKA.CO.ID, SEKAYU -- Komitmen dan perhatian Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang dikomandoi Bupati Dodi Reza Alex Noerdin bersama Wabup Beni Hernedi SIP terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan guru di Muba memang sangat luar biasa.

Buktinya Jumat (27/11), Bupati Muba telah berkomitmen tahun 2021 akan memberikan insentif tambahan kepada Guru TK dan PAUD di dalam wilayah Kabupaten Muba. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh guru TK dan guru PAUD se- Kabupaten Muba.

Baca Juga

"Sebagai bentuk perhatian dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru, maka untuk tahun depan pada APBD perubahan kita berikan insentif tambahan kepada guru TK dan guru PAUD se-Kabupaten Muba,"ucapnya.

Kabar gembira ini disampaikannya langsung saat menghadiri Peringatan Hari Guru Nasional dan Hut ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2020 di Auditorium Pemkab Muba, Jumat, dalam siaran persnya.

Tambahan insentif tersebut, dikatakan Bupati Dodi Reza Alex Noerdin adalah sebagai bentuk apresiasi dirinya terhadap para guru yang sudah berjuang mencerdaskan bangsa khususnya di kabupaten Muba pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Dodi juga mengatakan bahwa Covid-19 ini memaksa kita untuk melakukan adaptasi dalam keseluruhan aspek kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan dan pembelajaran. Pembelajaran yang semulanya dilakukan penuh kehangatan di kelas, demi keselamatan siswa, guru, dan orang tua, harus dilakukan dengan belajar dari rumah secara online atau daring maupun offline atau luring.

"Saya menaruh hormat atas semangat dan dedikasi guru, pendidik, dan tenaga kependidikan yang meskipun dengan segala keterbatasan tak surut dalam pengabdian mendidik para siswa dan mahasiswa di tengah pandemi ini. Akan tetapi, kita dapat menarik akselerasi penguasaan teknologi di kalangan guru dan siswa, menguatkan kerja sama antara guru dan orang tua sekaligus memastikan bahwa peran guru tidak bisa tergantikan," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Dodi mengimbau kepada para guru agar terus berkreasi dan berinovasi di dunia pendidikan sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing. Ia juga berpesan jadikan PGRI sebagai rumah yang nyaman bagi semua anggotanya. Karena PGRI adalah mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan, menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan, dan menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan arif dan bijaksana agar tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai nasional bermutu untuk Indonesia maju.

"Saya mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun PGRI ke 75 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2020 kepada para guru di seluruh Indonesia, khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin. Semoga pengabdian kita menjadi lentera bagi kemajuan bangsa negara dan kemanusiaan serta yang paling penting adalah menjadi ibadah kita kepada Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muba Musni Wijaya SSos MSi menerangkan bahwa untuk insentif guru TK nominalnya belum kita tentukan, karena pembiayaan ada di Dikbud dan ada juga di Dinas PMD melalui dana desa, oleh sebab itu kita akan rembukkan terlebih dulu.

"Dari dana desa ada fungsi untuk pendidikan. Untuk guru TK dan Paud di Muba sekarang ada sekitar 300an. Somoga secepatnya kita diskusikan, sehingga tahun depan insentif bagi guru TK dan PAUD bisa kita realisasikan,"terangnya.

Ketua PGRI Muba Nazarul Hasan SPd MPd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Dodi atas perhatiannya terhadap kemajuan pendidikan dan kesejahteraan guru. "Kami sangat bersyukur punya pemimpin daerah yang sangat peduli dan komitmen terhadap dunia pendidikan, disaat daerah lain berjibaku memperjuangkan nasib dan gaji guru, di kabupaten Muba Alhamdulillah, gaji guru honorer sudah sama dengan upah minimum provinsi. Menurutnya, satu satu-satunya pemimpin daerah yang sudah menaikan gaji honor guru K2 dari Rp 1 juta menjadi Rp 1,8 juta dan kepada guru tidak tetap (GTT) dari Rp 1 juta menjadi Rp 1,5 juta" tukasnya.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga telah bekerja sama dengan Sampoerna foundation sejak tahun 2019 Muba sudah mempunyai pusat belajar guru. secara sukarela, terseleksi dan tercipta menjadi pusat belajar guru sebagai upaya peningkatan kompetensi bagi guru. "Kami mengapresiasi setinggi tingginya pak dedikasi yang pak Bupati berikan dan Muba adalah pelopor dibidang pendidikan," pungkas Dodi.

Terakhir, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menyerahkan penghargaan dan apresiasi secara simbolis santunan bagi Guru Purna Bakti Tahun 2020 dan penyerahan Penghargaan siswa pemenang kompetisi Sains Nasional Sekolah Dasar Juara III Tingkat Nasional M Zafa Al Farobbi dari SDIT.

Selanjutnya, penghargaan dan apresiasi sekolah yang aktif dan berprestasi di dalam masa pandemi diantaranya, SMP negeri 6 unggul Sekayu, SMP Negeri 2 Sekayu, SMP Negeri 1 Sungai Lilin, SDN 8 Sekayu, SDIT An-Nuriyah Sekayu, dan SDN 2 Sekayu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement