Wednesday, 9 Rabiul Awwal 1444 / 05 October 2022

Sepekan Digulirkan, Ribuan Balita di Sukabumi Sudah Terimunisasi

Rabu 10 Aug 2022 20:33 WIB

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad

Seorang anak balita mendapatkan imunisasi dalam bulan imunisasi anak nasional (BIAN) di Posyandu Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Rabu (10/8/2022).

Seorang anak balita mendapatkan imunisasi dalam bulan imunisasi anak nasional (BIAN) di Posyandu Tipar, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Rabu (10/8/2022).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Ke depan upaya imunisasi dalam BIAN akan terus digencarkan di lapangan

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Dalam sepekan terakhir, ribuan balita di Kota Sukabumi sudah mendapatkan imunisasi dalam program bulan imunisasi anak nasional (BIAN). Rencananya program BIAN ini akan terus digencarkan selama bulan Agustus 2022.

Seperti diketahui program BIAN serentak digulirkan mulai 1 Agustus 2022. '' Cakupan BIAN per 6 Agustus 2022 sudah cukup banyak,'' ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Wahyu Handriana kepada Republika, Rabu (10/8/2022). Selain imunisasi Campak Rubella, juga ditujukan kepada anak balita yang sempat tertunda mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

Baca Juga

Di mana anak tersebut diminta untuk melakukan imunisasi kejar melalui program pemerintah BIAN. Hasilnya dalam sepekan ini sudah banyak balita yang mendapatkan imunisasi.

Pertama untuk sasaran OPV atau aksin tetes atau vaksin oral dikenal sebagai oral poliovirus vaccine (OPV) sebanyak 6.026. Di mana hingga 6 Agustus 2022 cakupannya sebanyak 453 atau 7,5 persen.

Berikutnya vaksin suntik dikenal sebagai imunisasi IPV atau inactivated poliovirus vaccine (IPV) dengan sasaean 6.793 balita. Hingga sepekan digulirkan cakupannya 678 atau 10,0 persen.

Selanjutnya kata Wahyu, imunisasi DPT-HB-HIB berfungsi untuk mencegah penyakit difteri, perusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis dengan sasaran 11.059 orang. Di mana cakupannya 290 atau 2,6 persen.

Terakhir, imunisasi Campak Rubella (CR) dengan sasaran 18.453 balita. Di mana cakupannya hingga 6 Agustus 2022 sebanyak 3.601 balita atau 19,5 persen. Ke depan upaya imunisasi dalam BIAN akan terus digencarkan di lapangan. Sehingga semua balita yang menjadi target BIAN dapat mendapatkan imunisasi.

'' BIAN adalah pelaksanaan program imunisasi yang diperuntukkan bagi anak usia 9-59 bulan di Indonesia,'' ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Dengan rangkaian kegiatan meliputi pemberian imunisasi Campak-Rubella dan imunisasi Kejar untuk melengkapi status imunisasi balita.

Fahmi mengatakan, di tengah upaya vaksinasi Covid yang masih digenjot, kini ada BIAN dan sebagai aparatur harus siap untuk menuntaskan target yang ditetapkan pemerintah pusat. Pelaksanaan BIAN ini sejalan target Indonesia Emas 2045 yang semakin dekat sebagai program strategi nasional di 1 abad Indonesia seluruh infrastruktur termasuk sumber daya manusia (SDM) harus siap.

SDM kata Fahmi tidak hanya pendidikan, tapi aspek kesehatan. '' Pemerintah mengumumkan program BIAN untuk infrastruktur kesehatan khususnya kesehatan balita, bisa siap menjemput 2045 mendatang,'' ungkap dia.

Imunisasi anak sebelumnya terdampak pandemi dan kini semuanya harus terimunisasi secara baik untuk balita 9 bulan hingga 59 bulan sebanyak 24.384 balita. '' Kalau vaksinasi covid selesai, maka imunisasi balita ini juga bida selesai dengan baik,'' ungkap Fahmi.

Di mana pengalaman berkolaborasi dengan berbagai pihak harus dilakukan. Misalnya dengan aparat keamanan TNI, Polri, organisasi profesi, rumah sakit, PKK, Dharma Wanita, dan posyandu bisa menyukseskan BIAN.

'' Target imunisasi bisa tercapai kesiapan institusi kesehatan posyandu, puskesmas dan rumah sakit yang akan melaksanakan imunisasi,'' kata Fahmi. Di mana tiga lokasi ini harus siap dan elemen lainnya seperti Kemenag misalnya mendorong dukungan tokoh agama dalam bulan imunisasi anak.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA