Sunday, 21 Syawwal 1443 / 22 May 2022

Dua Anggota GMBI yang Ikut Demo di Mapolda Jabar Positif Covid-19

Jumat 28 Jan 2022 15:59 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan

Massa Ormas GMBI melalukan prmbakaran dalam aksi yang berakhir ricuh di depan Mapolda Jabar. Ratusan massa GMBI diamankan polisi.

Massa Ormas GMBI melalukan prmbakaran dalam aksi yang berakhir ricuh di depan Mapolda Jabar. Ratusan massa GMBI diamankan polisi.

Foto: Republika/Djoko Suceno
Kedua orang ini dipisahkan dari anggota lain yang diamankan untuk dites PCR.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sebanyak dua orang anggota GMBI yang ikut aksi demo dan berujung ricuh di Mapolda Jabar Kamis (27/1/2022) kemarin terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil tersebut diperoleh usai mereka menjalani rapid tes antigen.

"Reaktif Covid-19 ada dua," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Polisi Ibrahim Tompo, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga

Ia mengatakan kedua orang anggota tersebut dipisahkan dari anggota lain yang diamankan untuk di tes PCR. "Kita lihat apakah dua orang ini positif Covif-19 karena harus PCR, hasilnya belum keluar," katanya.

Sebelumnya, ketua Umum LSM DPP GMBI berinisial F diamankan jajaran Polda Jawa Barat seusai peristiwa ricuh pada aksi yang dilakukan di depan Mapolda Jawa Barat, Kamis (27/1/2022) kemarin. Petugas kepolisian saat ini masih memeriksa yang bersangkutan.

"Tadi pagi sudah menangkap Ketua Umum GMBI, atas nama saudara F di kediamannya. Sekarang sedang dilakukan pemeriksaan," ujar dia.

Setelah aksi ricuh kemarin, ia mengatakan jumlah pendemo yang diamankan bertambah dari 725 orang menjadi 731 orang. Pihaknya berhasil mengamankan pendemo yang sebelumnya melarikan diri.

Selain itu jumlah pendemo yang positif mengkonsumsi narkoba bertambah dari 16 orang menjadi 19 orang. Sebagian para pendemo yang diamankan polres dikembalikan ke polres untuk dilakukan pemeriksaan.

"Ada di mapolda ini sedang dilakukan pendalaman pemeriksaan supaya siapa-siapa yang memenuhi pidana nanti informasi akan di-update setelah dilakukan pemeriksaan, siapa-siapa yang akan menjadi tersangka," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA