Mulut Nggak Bersih, Risiko Kena Sakit Jantung Bisa Naik

Kesehatan mulut yang buruk tingkatkan risiko terkena penyakit jantung.

EPA
Menyikat gigi dapat menjaga kebersihan mulut. Pengidap infeksi gigi yang tidak diobati 2,7 kali lebih mungkin mengalami masalah jantung dan pembuluh darah, seperti penyakit arteri koroner.
Rep: Shelbi Asrianti Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyakit jantung tidak hanya bergantung pada apa yang dimakan, tetapi juga pada kebersihan mulut. Tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik bisa meningkatkan risiko mengidap penyakit tersebut.

Penyakit jantung termasuk kondisi yang menyempitkan atau menyumbat pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan serangan jantung, angina, dan strok. Penyakit mencakup pula kondisi yang memengaruhi otot jantung, katup jantung, atau menyebabkan ritme abnormal.

Sebuah studi yang dilakukan oleh University of Birmingham, Inggris menemukan kaitan antara penyakit gusi dan sejumlah gangguan kesehatan. Buruknya higienitas mulut meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak 18 persen.

Infeksi gusi serius tersebut juga dikaitkan dengan peningkatan risiko mengembangkan gangguan autoimun sebanyak 33 persen. Kondisi yang sama juga meningkatkan risiko masalah kesehatan mental sebesar 37 persen.
 
Risiko gangguan metabolisme akibat periodontitis atau penyakit gusi cukup bervariasi. Pada pengidap diabetes tipe dua, risiko yang semula tercatat tujuh persen bisa melonjak menjadi 26 persen.

Salah satu penulis studi, Joht Singh Chandan, mengatakan, kesehatan mulut yang buruk merupakan kondisi umum secara global. Buruknya kesehatan mulut disebut Chandan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup secara substansial.

"Kami menemukan bukti bahwa penyakit periodontal tampaknya terkait dengan peningkatan risiko mengembangkan penyakit kronis terkait ini," ungkapnya, dikutip dari laman Express, Jumat (21/1/2022).

Studi lain yang diterbitkan dalam Journal of Dental Research menemukan korelasi serupa. Pengidap infeksi gigi yang tidak diobati 2,7 kali lebih mungkin mengalami masalah kardiovaskular seperti penyakit arteri koroner.

Penyakit kardiovaskular saat ini menyebabkan sekitar 30 persen kematian secara global. Karena itu, badan amal kesehatan terkemuka Oral Health Foundation, menekankan pentingnya menjaga kesehatan mulut.

Baca Juga

Setiap orang disarankan melakukan kunjungan ke dokter gigi secara teratur untuk menjaga kebersihan mulut. Segera dapatkan penanganan jika mengalami sakit gigi, punya gigi sensitif, atau gusi berdarah.

Nigel Carter dari Oral Health Foundation berpendapat, temuan dari dua studi yang diulas sangat mengkhawatirkan. Dia mengingatkan bahwa infeksi gigi pada awalnya disebabkan oleh kerusakan gigi akibat kebersihan mulut yang buruk.

Diet tinggi gula juga bisa jadi pemicunya. Tanda-tanda utama infeksi akar (biasanya dikenal sebagai abses gigi) termasuk rasa sakit saat mengunyah dan mengatupkan gigi, dan terkadang bengkak.

"Gigi juga bisa berubah warna, tetapi terkadang infeksi tidak segera muncul dengan gejala-gejala ini dan dapat tidak terdeteksi hingga beberapa waktu," kata Carter.

 
Berita Terpopuler