Rekor Buruk Ini Ternyata Juga Digenggam Ronaldo dan Messi

Messi dan Ronaldo masuk daftar pemain yang paling sering gagal eksekusi penalti.

EPA/Alejandro Garcia.
Lionel Messi (kiri) dan Cristiano Ronaldo. Messi dan Ronaldo menempati dua posisi teratas dalam daftar pemain yang paling sering gagal mencetak gol dari titik penalti terhitung sejak memasuki abad ke-21.
Rep: Reja Irfa Widodo Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Setidaknya dalam dua dekade terakhir, perdebatan soal pesepak bola terbaik sepanjang masa selalu mengerucut ke dua nama. Ada Cristiano Ronaldo di satu kutub, dan Lionel Messi di kutub lainnya.

Ketajaman dan insting mencetak gol kedua pesepak bola ini dianggap jauh melampaui nyaris semua pemain pada generasinya. Baik Ronaldo dan Messi pun terus menulis ulang catatan rekor di buku sejarah si kulit bundar, baik di level klub ataupun saat memperkuat timnas negara masing-masing.

Mulai dari pencetak gol terbanyak dalam satu tahun kalender dengan koleksi 91 gol pada 2012 milik Messi, hingga pemain dengan koleksi gol terbanyak di pentas sepak bola profesional versi IFFHS dengan torehan 794 gol atas nama Ronaldo.

Baca Juga

Namun, tidak disangka, dua pesepak bola yang paling sering meraih gelar Ballon d'Or ini juga menempati dua posisi teratas dalam daftar pemain yang paling sering gagal mencetak gol dari titik penalti terhitung sejak memasuki abad ke-21.

Padahal, eksekusi tendangan penalti diyakini menyajikan peluang terbesar untuk bisa mencetak gol. Eksekutor tendangan penalti tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang lawan dengan jarak sekitar 11 meter untuk bisa mencetak gol.

Namun, mengeksekusi tendangan penalti ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Faktor-faktor lain, seperti bobot ekpektasi yang besar, bisa mengganggu para pemain, bahkan pemain-pemain top sekalipun, untuk menaklukkan penjaga gawang dalam tendangan penalti.

Berikut lima pemain yang menempati tempat teratas dalam daftar pemain yang paling sering gagal mengeksekusi penalti di abad ke-21 berdasarkan lansiran SportsKeeda, Selasa (21/12).

1. Antonio Di Natale (14 kali gagal penalti)

Nama Di Natale bersinomin dengan Udinese. Maklum, di klub yang berbasis di Stadio Friulli itu, Di Natale menghabiskan karier profesionalnya, yang terentang dari 2004 hingga 2016.

Uniknya, Di Natale mulai menemukan performa terbaiknya saat telah berusia 30 tahun. Di Natale dikenal memiliki pergerakan tanpa bola yang mumpuni dan sepakan kaki kanan yang akurat. Selama 12 tahun memperkuat Udinese, Di Natale mencetak 227 gol dari 446 penampilan di semua ajang.

Antonio Di Natale - (Paolo Giovannini/AP Photo)


Catatan ini mengantarkan eks striker timnas Italia itu sebagai pencetak gol terbanyak di sepanjang sejarah Udinese. Sementara di Liga Italia, Di Natale berada di peringkat keenam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan koleksi 209 dari 445 penampilan.

Di sepanjang kariernya, Di Natale dipercaya menjadi eksekutor tendangan penalti di 55 kesempatan. Dari kesempatan tersebut, pemain yang gantung sepatu pada 2016 itu mencetak 41 gol dan gagal mengeksekusi tendangan penalti sebanyak 14 kali.

2. Zlatan Ibrahimovic (16 kali gagal penalti)

Kendati dikenal arogan, harus diakui, Ibrahimovic memang memiliki kemampuan mumpuni dalam mencetak gol. Selain unggul dalam duel-duel udara lantaran posturnya, penyerang asal Swedia itu juga memiliki tendangan yang akurat dan dilengkapi dengan teknik di atas rata-rata.

Zlatan Ibrahimovic beraksi selama pertandingan sepak bola Serie A Italia Udinese Calcio vs AC Milan di stadion Friuli - Dacia Arena di Udine, Italia, 11 Desember 2021. - (EPA-EFE/GABRIELE MENIS)


Tidak hanya itu, Ibrahimovic juga mampu tampil di level tertinggi meski telah menginjak usia 40 tahun. Pada musim ini, striker AC Milan itu telah mencetak tujuh gol dan dua assist dari 17 penampilan di semua ajang.

Namun, bukan berarti, Ibrahimovic bisa dengan mulus mencetak gol via tendangan penalti. Di sepanjang kariernya hingga saat ini, Ibrahimovic telah mendapatkan kesempatan untuk mengeksekusi 100 tendangan penalti dan hanya bisa mencetak gol di 84 kesempatan.

3. Francesco Totti (18 kali gagal penalti)

Totti menjadi simbol loyalitas seorang pemain terhadap sebuah klub. Mengaku pernah dipinang Real Madrid, Totti tetap bertahan bersama AS Roma. I Giallorossi pun menjadi satu-satunya klub yang pernah dibela Totti selama 25 tahun kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Kapten AS Roma, Francesco Totti melambaikan salam perpisahan kepada fan pada laga terakhirnya bersama Roma melawan Genoa di Stadion Olimpico, Senin (29/5) dini hari WIB. Totti mengakhiri 28 tahun karier di AS Roma. - (EPA/Claudio Peri)


Saat mengakhiri karier sebagai pesepak bola pada 2017, Totti menempatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak dan pemain dengan jumlah penampilan terbanyak buat AS Roma. Dari 786 penampilan di semua ajang, mantan gelandang serang timnas Italia itu mencetak 307 gol, termasuk 250 gol di pentas Serie A Liga Italia.

Selama memperkuat klub asal ibu kota Italia tersebut, eks kapten AS Roma itu juga didaulat sebagai eksekutor tendangan penalti. Kendati begitu, Totti tidak selalu bisa menuaikan tugasnya itu dengan baik. Dari 95 kesempatan mengeksekusi tendangan penalti, Totti berhasil menaklukkan kiper lawan di 77 kesempatan.

4. Cristiano Ronaldo (28 kali gagal penalti)

Pengoleksi lima gelar Ballon d'Or ini kerap menjadi pilihan utama dalam mengeksekusi tendangan penalti buat setiap klub yang dibelanya. Begitu pula saat membela timnas Portugal di kancah internasional.

Dari empat klub yang pernah dibelanya, Ronaldo tampil begitu impresif saat memperkuat Real Madrid dari 2009 hingga 2018. Bisa dibilang, Ronaldo berada di puncak performanya saat mengenakan seragam Los Blancos. Dari 438 laga di semua ajang, pemain berusia 36 tahun itu sukses mengemas 450 gol.

Cristiano Ronaldo dari Manchester United memberi isyarat saat pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Crystal Palace di Manchester, Inggris, Ahad (5/12). - (EPA-EFE/Peter Powel)


Dua titel La Liga Spanyol dan empat trofi Liga Champions menjadi persembahan terbaik Ronaldo buat Los Blancos di antara gelar-gelar juara bergengsi lain. Terlepas dari berbagai pencapaian tersebut, Ronaldo tidak sepenuhnya berhasil mencatatkan rataan 100 persen gol dari titik putih.

Hingga kini, penyerang Manchester United itu tercatat telah 171 kali mendapatkan kesempatan menjadi algojo tendangan penalti, baik di level klub ataupun bersama timnas Portugal. Dari total kesempatan itu, Ronaldo menyelesaikan tugasnya dengan sempurna di 143 kesempatan.

5. Lionel Messi (29 kali gagal penalti)

Apabila menilik jumlah koleksi Ballon d'Or, Messi bisa dibilang sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Tidak ada satupun pemain di sepanjang sejarah si kulit bundar yang memiliki gelar Ballon d'Or atau pemain terbaik sejagat sebanyak bintang asal Argentina ini, yaitu sebanyak tujuh kali.

Sebelum hijrah ke Paris Saint-Germain (PSG) pada awal musim ini, Messi merupakan andalan utama Barcelona. Selama 17 tahun, Messi mengabdi buat klub asal Katalan tersebut, terhitung sejak mulai dipromsikan ke tim utama Blaugrana pada 2004.

Gaya Lionel Messi setelah mencetak gol untuk Paris Saint-Germain (PSG) ke gawang Club Brugge di Liga Champions, Rabu (8/12) WIB. - (EPA-EFE/Ian Langsdon)


Total, Messi telah mencetak 672 gol dan 301 assist dari 772 penampilan di semua ajang buat Barcelona. Catatan yang menjadikan pemain berjuluk La Pulga itu sebagai top skorer dan pengoleksi penampilan terbanyak di sepanjang sejarah Barcelona.

Kendati begitu, di sepanjang kariernya hingga kini mengenakan seragam PSG, Messi tercatat telah gagal mencetak gol di 29 kesempatan tendangan penalti. Dari 132 kali berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang tim lawan di adu penalti, Messi berhasil mencetak 103 gol.

 
Berita Terpopuler