Negara Miskin tak Punya Cukup Vaksin Lanjutkan Vaksinasi

Pejabat WHO menyebut lebih dari separuh negara miskin tak punya cukup stok vaksin

AP / Mahesh Kumar A
Seorang petugas kesehatan bersiap untuk memberikan vaksin virus corona COVAXIN bagi orang-orang yang datang untuk mendapatkan dosis kedua mereka di sebuah pusat kesehatan umum di Hyderabad, India, Kamis, 27 Mei 2021.
Rep: Antara Red: Christiyaningsih

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA - Lebih dari separuh negara miskin penerima dosis vaksin Covid-19 program COVAX tidak memiliki pasokan yang cukup untuk melanjutkan vaksinasi. Demikian keterangan menurut pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (21/6).

"Saya akan katakan dari 80 negara AMC setidaknya lebih dari separuhnya tidak akan mempunyai vaksin yang cukup untuk mempertahankan program (vaksinasi) mereka saat ini," kata penasihat senior WHO Bruce Aylward saat konferensi pers, merujuk pada komitmen pasar maju (AMC) hingga negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Menurutnya, porsi sesungguhnya kemungkinan "jauh lebih tinggi". Beberapa di antaranya benar-benar habis, lanjutnya.

Krisis tersebut, yang sebagian disebabkan oleh penundaan produksi dan gangguan pasokan India, terjadi saat kasus dan kematian di seluruh Afrika meningkat, yang menjadi bagian dari gelombang ketiga infeksi.

Baca Juga

 
Berita Terpopuler