Serahkan Urusan pada yang Bukan Ahlinya, Tanda Hari Kiamat?

Sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW sudah salah satu tanda kiamat.

Serahkan Urusan pada yang Bukan Ahlinya, Tanda Hari Kiamat?
Rep: Umar Mukhtar Red: Ani Nursalikah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyerahkan urusan keduniaan dan agama kepada yang bukan ahlinya, apakah ini termasuk tanda hari kiamat? Mantan Mufti Mesir yang juga anggota Dewan Ulama Senior Mesir Syekh Ali Jum'ah menyampaikan penjelasan tentang hal itu.

Baca Juga

"Di antara musibah dalam pemerintahan adalah menyerahkan suatu urusan kepada orang yang tidak berkompeten tetapi bisa dipercaya," ujar dia seperti dilansir dari laman Masrawy.

Syekh Jum'ah mengatakan itulah yang disebut dengan nepotisme. Sehingga, suatu urusan diserahkan kepada orang yang masih satu kerabat, bukan kepada orang yang ahlinya.

"Dia membawa kerabatnya untuk bekerja dan mengangkat mereka ke dalam posisi kepimimpinan untuk mengendalikan lembaga yang bukan menjadi keahliannya. Nepotisme adalah bentuk korupsi," ujarnya.

Kriteria orang yang dipilih dalam masalah ini adalah hubungan kekerabatan, bukan orang yang memenuhi syarat untuk diangkat. Syekh Jum'ah mengingatkan kompetensi adalah argumentasi untuk menempatkan seseorang di tempat yang tempat.

 

Lantas, jika itu yang terjadi, apakah berarti termasuk tanda hari kiamat? Syekh Jum'ah menuturkan sebetulnya sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW sudah menjadi salah satu tanda hari kiamat.

Selain itu, masa kepemimpinan Islam di bawah sahabat Nabi Muhammad SAW adalah tanda-tanda kecil hari kiamat. Kemudian, yang terjadi selama berabad-abad setelah itu adalah tanda-tanda pertengahan hari kiamat.

"Dan yang terjadi pada zaman modern disebut tanda-tanda besar hari kiamat, dan ini membuktikan nubuat Nabi SAW karena semua yang diberitahukan kepadanya menjadi kenyataan," ujarnya.

Syekh Jum'ah juga menyampaikan menyerahkan urusan kepada orang yang bukan ahlinya tidak hanya untuk urusan duniawi, tetapi juga untuk urusan agama. Misalnya, mengangkat imam yang tidak bisa membaca atau yang tidak pandai menghafal Alquran.

"Jika kita menyerahkan urusan-urusan ini kepada orang-orang yang tepat, maka dunia akan menjadi baik sampai seterusnya," ujarnya.

 

Link artikel asli

 
Berita Terpopuler