Kapolri: Empat Korban Bom di Makassar Sudah Keluar dari RS

15 korban bom lainnya saat ini masih dirawat di dua RS.

Humas Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) meninjau korban bom bunuh diri di Rumah Sakit Bayangkara, Makassar, Minggu, 28 Maret 2021.
Red: Nidia Zuraya

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, empat korban luka akibat bom bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah diizinkan pulang dari rumah sakit.

Baca Juga

"Empat orang telah melaksanakan rawat jalan," kata Kapolri dalam konferensi pers di Mapolda Sulsel, di Makassar, Senin (29/3).

Sedangkan untuk korban lainnya, masih ada 13 orang yang dirawat di RS Bhayangkara, dan dua orang dirawat RS Siloam.Mengenai perkembangan kondisi 13 korban yang ada di RS Bhayangkara, kata dia, juga sudah terlihat mulai berangsur-angsur pulih.

"Sudah masuk ruang rawat biasa. Untuk dua orang masih ICU, namun telah dilakukan operasi luka bakar dan menunggu pemulihan," ujarnya pula.

Kapolri juga menegaskan, seluruh biaya pengobatan para korban bom di Makassar ini akan ditanggung negara. Kapolri juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak usah panik."Kita sampaikan, soal teroris tentunya menjadi tugas kami untuk menyelesaikan," katanya lagi.

Baca juga : Surat Wasiat L yang Ledakkan Bom Saat Jadi Buruan Aparat

 
Berita Terpopuler