Samudera Indonesia Tunda Investasi Agar Bisa Bertahan

Samudera Indonesia selektif berinvestasi di bidang yang memiliki kepastian tinggi.

Republika/Wihdan Hidayat
Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia
Red: Indira Rezkisari

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Samudera Indonesia menunda sejumlah investasi agar tetap bisa bertahan dan membukukan laba di tengah pandemi Covid-19. Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa (30/6), mengatakan dari total belanja modal 112,4 juta dolar AS baru terealisasi 10 persen atau sekitar 12 juta dolar AS.

“Rencana capex (belanja modal) atau investasi kami dengan beberapa catatan dengan kondisi adanya Covid maka sebenarnya kami ambil kebijakan untuk menunda eksekusi rencana investasi di tahun 2020 dengan melihat situasi. Kami berhati-hati,” kata Bani.

Namun, Bani mengatakan tetap menjalankan investasi yang memiliki kepastian tinggi. Seperti peremajaan armada kapal.

“Meskipun di tengah kondisi krisis Covid dan keterbatasan gerak dari tim kami untuk melakukan proses serah terima kapal baru Februari 2020, kami terima satu unit kapal dan langsung beroperasi Maret dan kini masih beroperasi lancar berkontribusi untuk perusahaan,” katanya.

Selain itu, pada April juga satu unit kapal diluncurkan di Jepang yang dipesan sejak 2019 dan akan didatangkan pada beberapa bulan mendatang. “Meski menunda dan tidak buru-buru rencana investasi capex, tapi yang pasti ada keyakinan tinggi akan bisnisnya tetap dilaksanakan,” katanya.

Bani menambahkan pihaknya juga mulai melakukan efisiensi dengan mengkaji aset-aset yang tidak berkontribusi pada keuntungan perusahaan. “Tahun 2019 kita melakukan fokus untuk mulai efisiensi. Aset-aset yang tidak revenue tidak ada laba, kita lakukan penjualan. Tiga kapal kita lepas. Kami fokus kepada kapal yang positif profit-nya. Kita revisi satu-satu, ada yang ditahan ada beberapa hal sifatnya di luar Indoensia saat pandemi berlalu menjadi pembuka ekonominya kita mungkin bisa revisit lagi untuk investasi,” katanya.

Samudera Indonesia membukukan laba bersih hingga bulan Mei sebesar 4,9 juta dolar AS, meningkat dua kali lipat dibandingkan kinerja pada periode yang sama di 2019. Hingga bulan Mei 2020, Samudera Indonesia mencatatkan pendapatan 211,7 juta dolar AS atau meningkat 19 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Samudera Indonesia juga membagikan dividen dengan Rp 8 per saham atau total sebesar Rp 26,2 miliar.

Baca Juga


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
Berita Terpopuler