Anies: MRT Beroperasi Komersial Mulai 1 April

Warga masih bisa menggunakan secara cuma-cuma tapi dibatasi hingga pukul 16.00

Republika/Mimi Kartika
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan
Red: Andi Nur Aminah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan pelayanan secara komersial Moda Raya Terpadu (MRT) mulai dilaksanakan pada 1 April 2019. Meskipun besaran tarif belum ditetapkan oleh DPRD DKI Jakarta. "Saya sampaikan MRT saat ini operasional terus jalan, tapi secara komersial baru pada 1 April," kata Anies di Stasiun MRT Istora Mandiri di Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Baca Juga

Saat ini, operasi MRT berjalan terus. Warga masih bisa menggunakan secara cuma-cuma hanya dibatasi jamnya pada pukul 16.00 WIB, sampai 31 Maret. Setelah itu operasional secara komersial mulai diberlakukan. "Dengan dewan sudah ada kesepakatan tinggal ketok aja (persetujuan) hari Senin. Semua izin semua siap, tanggal 24 Maret peresmian," kata Anies.

Gubernur DKI itu mengungkapkan, mengenai tarif MRT perkilometer sudah ada tabelnya. Nanti harganya misalnya dari stasiun A ke B, kalau dirata-rata keseluruhan sebesar Rp 10 ribu. "Seperti sekarang dibatasi sampai jam empat sore, tapi kereta jalan terus sampai malam. Tapi untuk penumpang tidak bisa lagi, kecuali jam-jam yang sudah ditentukan," kata Gubernur.

Anies bersama Presiden RI, Joko Widodo kembali mencoba perjalanan dengan menggunakam MRT. Mereka berangkat dari Monas menggunakan transjakarta dan turun di stasiun Bunderan Hotel Indonesia (HI) menggunakan MRT menuju Lebak Bulus.

"Ini salah satu contoh integrasi antar moda dimanfaatkan. Seperti saya sampaikan kata kuncinya adalah integrasi yang selama ini mengelola moda transportasi terpisah-pisah," kata Anies. Sekarang ini, dia menyakini dengan moda terintegrasi, maka bagi pengguna akan mendapatkan kenyamanan.

 
Berita Terpopuler