Nasib Setengah Juta Pengungsi Anak di Eropa Belum Jelas

Twitter
UNICEF
Rep: C36 Red: Julkifli Marbun

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, menyatakan hampir setengah juta pengungsi anak yang meminta suaka ke Eropa masih tetap bertahan di kawasan perbatasan. Uni Eropa tengah mempersiapkan pembicaan terkait aturan pencarian suaka bagi para imigran.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, sebagaimana dilansir dari APnews, Jumat (6/5), mengatakan ada lebih dari 400.000 pengungsi anak yang meminta suaka ke Eropa. Jumlah tersebut tercatat dari pengajuan antara Januari hingga November 2015 lalu.

Saat ini, seluruh pengungsi anak masih tertahan di sejumlah kawasan perbatasan.

Keberadaan mereka sesuai dengan koridor hukum mengenai imigran di Uni Eropa.

UNICEF menyerukan agar Uni Eropa memberikan prioritas lebih besar untuk kepentingan hak pengungsi anak-anak.

Pasalnya, kondisi krisis imigran di Eropa kali ini merupakan yang terburuk sejak Perang Dunia II lalu.

Direktur UNICEF di Brussel,  Noala Skinner, mengatakan sistem suaka bersama di Eropa sebaiknya menjadi lebih adil bagi anak-anak. "Perlindungan kepada anak harus menjadi prioritas. Kami harap suaka bersama di Eropa menjadi lebih adil, efisien dan manusiawi," tuturnya.

 
Berita Terpopuler