Lima Fatwa Kontroversial dari Wisata Mars Hingga Intip Perempuan

almnatiq.net
Syekh al-Hakami
Red: Nasih Nasrullah

REPUBLIKA.CO.ID, Fatwa adalah jawaban atas persoalan hukum yang muncul di tengah-tengah masyarakat, atau respons atas pertanyaan yang diajukan oleh mereka yang bertanya.

Namun terkadang fatwa yang dikeluarkan oleh seorang mufti (ulama) memunculkan polemik dan kontroversi karena sejumlah alasan. Republika merangkum fatwa-fatwa kontroversial yang pernah muncul sepanjang 2014 di kawasan Timur Tengah. Mulai dari fatwa tentang Wisata ke Planet Mars.  

 

Munculnya spekulasi teranyar tentang kemungkinan kehidupan di Mars, memicu sejumlah lembaga untuk menghelat wisata Mars. SpaceX, perusahaan penerbangan luar angkasa, bahkan berani mematok 500 ribu dolar AS atau setara dengan  Rp4,8 miliar untuk tiket perjalanan pulang-pergi Bumi-Mars.

Meski dibanderol mahal, tetap saja rencana tersebut ramai  peminat dari berbagai penjuru dunia. Namun, menurut anggota Dewan Ulama Senior Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Ali al-Hikami, wisata tersebut haram. Ia beralasan perjalanan ini berpotensi besar mengancam jiwa.

”Selama belum teruji pada binatang, maka rencana itu tak boleh berlaku untuk manusia.” Ia merujuk surah al-Baqarah ayat ke-195.”Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” Ia menyeru para pendaftar untuk membatalkan registrasi mereka.

 

Fatwa pentolan Salafi di Mesir, Dr Yasir Barahami, ini termasuk satu dari sekian pendapatnya yang kontroversial. Betapa tidak?

Ia membolehkan suami merelakan istrinya sebagai mangsa bagi para pemerkosa, jika suami yakin seandainya ia bertahan menyelamatkan sang istri, nyawanya terancam.

Fatwa yang ia publikasikan melalui portal pribadinya itu menuai kecaman. Syekh Yasir memang terkenal dengan pendapat-pendapatnya yang kontroversial. 

Salah satu tokoh Arab Saudi, Syekh Shalih al-Fauzan, berpendapat sungkem untuk mencium kaki ibu hukumnya haram. Ia beranggapan tak boleh menunduk ke siapapun kecuali kepada Allah SWT. Tak hanya kali ini, pendapatnya menuai kontroversi.

Fatwanya tentang berfoto di Masjid al-Haram, Makkah juga demikian. Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi itu mengeluarkan fatwa haram mengambil foto di masjid tersebut. Fatwa ini keluar lantaran ia kesal, banyak sekali jamaah berpose ketika ia tengah mengajar di masjid itu.

Syekh Shali juga pernah mengharamkan melaknat Israel. Ini karena Israel adalah nama lain dari Nabi Ya’qub AS.”Yang benar harusnya melaknat Yahudi,” katanya menyarankan.

Tokoh Salafi Yordania, Syekh Yasir al-Ajlouni, membolehkan pengungsi perempuan Suriah dijadikan sebagai budak. Menurutnya, pendapat ini sangat relevan menyusul gelombang migrasi besar-besaran perempuan Suriah.

Kondisi tersebut membuat mereka bertahan tanpa pihak yang mampu menafkahi atau memberikan perlindungan.”Boleh menikahi mereka dengan akad menikahi budak, sehingga mereka menjadi milik sang tuan pemilik sepenuhnya,” paparnya.     

Tokoh salafi Mesir, Syekh Usamah al-Qawshi, memperbolehkan mengintip perempuan mandi, dengan catatan niat sang pelaku adalah hendak menikahinya.

Ia merujuk riwayat yang tak jelas validitasnya, bahwa seorang sahabat pernah mengintip perempuan yang akan ia nikahi di sekitar sumur.

Tak elak, pendapat Syekh Usama itu banjir hujatan di media sosial lantaran memprovokasi pelecehan seksual dari fatwanya itu. 

 
Berita Terpopuler