Bom Mobil di Pangkalan Hizbullah Berhasil Dijinakkan

AP/Bilal Hussein
Aksi kekerasan melanda Lebanon (ilustrasi)
Red: Didi Purwadi

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Pasukan Lebanon, Senin (14/10) waktu setempat, menjinakkan sebuah bom mobil di pangkalan Hizbullah di Beirut selatan hanya beberapa pekan setelah tempat itu diserang dua bom.

Militer Lebanon mengatakan pasukan memanggil ahli-ahli penjinak bom setelah melihat sebuah kendaraan mencurigakan di daerah Maamura di pinggiran selatan Beirut pada Senin sore.

"Kendaraan itu ternyata dipasangi bom," katanya dengan menambahkan bahwa ahli-ahli militer berhasil menjinakkannya.

Pasukan Angkatan Darat Lebanon pada September ditempatkan di daerah pinggiran selatan Beirut yang menjadi pangkalan Hizbullah. Mereka mengambil alih pos-pos pemeriksaan dalam sebuah kesepakatan dengan kelompok kuat Syiah Lebanon itu setelah dua pemboman besar sejak Juli.

Titik-titik keamanan dibentuk setelah serangan-serangan bom mobil di daerah pinggiran selatan itu. Serangan menewaskan 27 orang pada 15 Agustus dan mencederai lebih dari 50 pada 9 Juli.

Ketegangan meningkat di Lebanon terkait konflik Suriah setelah kelompok Hizbullah mengumumkan dukungannya dan mengirim pasukan untuk membantu Presiden Bashar Al Assad menumpas oposisi Suriah.

Meski Lebanon secara resmi netral dalam perang di Suriah, negara itu terpecah antara pendukung Assad dan pendukung oposisi Suriah.

 
Berita Terpopuler