Ukraina, Lepas dari Bayangan Soviet
 
Timnas : Ukraina
Julukan : The Yellow-Blue
Pelatih : Mykhaylo Fomenko
Kapten : Anatoliy Tymoshchuk
Bintang : Andriy Yarmolenko
Formasi : 4-3-3
Prestasi : Piala Dunia 2006 (perempat final)
     

Ketika Uni Soviet memenangkan Piala Eropa 1960, para pemain di Timnas Beruang Merah berasal dari Ukraina. Negara bagian Uni Soviet itu memang menjadi lumbung pencarian bakat banyak pesepak bola untuk timnas berjuluk Terpedo Moskow itu. Setidaknya sebelum Uni Soviet bubar.

Pecahnya Uni Soviet pada 1991 tak meninggalkan apapun jejak sepak bola untuk Ukraina. Para pemain yang semula lahir dan besar di negara bagian selatan Ibu Kota Moskow tersebut memilih bendera Rusia sebagai kampung halaman, pascaperang dingin tuntas.

Warisan banyak gelar yang didapat Timnas Uni Soviet diambilalih Rusia. Termasuk catatan-catatan sebagai peserta Piala Dunia 1966. Warisan sebanyak enam kali sebagai runner up Piala Eropa 1964, 1972, dan 1988. Pun medali emas Olimpiade 1956 dan 1988 milik Timnas Uni Soviet juga beralih ke Rusia.

Diakui atau tidak, sepak bola sebetulnya punya andil memerdekakan Ukraina. Soviet memang bubar. Sejumlah negara-negara baru bermunculan. Tapi, Kremlin sebetulnya berat hati melepas negara-negara satelit perunian tersebut menjadi bangsa sendiri.

Ukraina mendeklarasikan pemerintahan pada Agustus 1991. Tapi tak ada internasional yang mengakui seketika. Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) sebaliknya. Sepak bola menerima keberadaan Ukraina sebagai anggota federasi sepak bola dunia.

Pada 1992, FIFA dan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) memberikan hak agar pemerintahan di Ibu Kota Kiev membentuk federasi nasional. Tahun itu juga Timnas Ukraina ambil bagian dalam setiap kompetisi sepak bola regional maupun global.

Penegasan FIFA membuat Ukraina menjajal debut perdananya di kualifikasi Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat (AS). Tapi tak lolos. Ironis melihat tujuh dari 11 pemain inti Timnas Rusia tampil di Piala Dunia ketika itu yang merupakan pemain kelahiran dan besar di Ukraina. Ukraina seperti dipaksa mencari bibit baru.

Mencoba peruntungan untuk tampil di kompetisi internasional tak pernah berhasil karena kekurangan pemain. Dua kali Piala Dunia (1998 dan 2002) Ukraina gagal di partai kualifikasi. Empat kali Piala Eropa (1994 sampai 2008) Ukraina kerap absen.

Momen Kebangkitan
Piala Dunia 2006 di Jerman, sepertinya menjadi tahun kebangkitan sepak bola Ukraina. Tiga kali tak bisa tampil di kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia seperti menjadi pelecut. Piala Dunia ke-18 itu, Ukraina seperti negara sepak bola baru di tangan pelatih Oleh Blokhin.

Pelatih yang pernah berseragam Timnas Uni Soviet itu berhasil mengambil kesempatan dengan tumbuhnya bibit-bibit sepak bola baru. Nama-nama seperti Andry Shevchenko sudah mengejutkan jagat sepak bola selama penampilannya bersama AC Milan di Serie A Italia sejak 1999.

Piala Dunia Berlin juga menjadi satir dari Ukraina untuk Rusia. Ketika itu tak ada nama Rusia dalam kompetisi itu. Sementara Ukraina tampil baik menembus babak perempat final. Di babak 16 Besar, Ukraina mengandaskan Swiss lewat adu penalti. Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 ketika itu.

Melangkah ke babak perempat final, Ukraina memang tak banding jika diadu dengan Italia. Laga di Hamburg Stadion ketika itu berakhir 3-0 untuk Del Pierro dan kawan-kawan.

Namun sukses di Piala Dunia 2006 tak berlanjut. Di prakualifikasi Piala Eropa 2008, pergantian pelatih di Timnas Ukraina membawa prestasi sepak bola timnas jalan di tempat.

Lalu, menjadi tuan rumah Piala Eropa 2012 bersama Polandia membuat Ukraina tak perlu kualifikasi. Tapi nasib sepertinya tak berpihak. Hasil pengundian Piala Eropa 2012 menempatkan Ukraina di grup neraka bersama Prancis, Inggris dan Swedia.

Ukraina cuma satu kali meraih kemenangan ketika menjamu Swedia 2-1. Dua laga selebihnya memaksa tuan rumah masuk kandang. Prancis dan Inggris mempermalukan Ukraina di tanahnya sendiri. Parahnya lagi, laga dengan dua negara itu, tak ada sebiji pun gol bikinan para pemain tuan rumah.

Andalkan Pertahanan
Menilik dari hasil babak kualifikasi Grup C Piala Eropa 2016 bersama juara bertahan Spanyol, Ukraina sukses mengemas enam kemenangan dari sepuluh laga. Memang di sana ada catatan tiga kekalahan dan satu seri. Tapi, dari segi kebobolan, Ukraina hanya menyicipi tiga kali saja.

Kekuatan pertahanan inilah yang akan diandalkan Ukraina untuk mencoba berbicara banyak di panggung Piala Eropa 2016.

“Kami akan bertanding melawan Jerman, Polandia, dan Irlandia Utara di Grup C Piala Eropa 2016. Jerman dan Polandia sudah jelas, mereka adalah mesin pencetak gol. Saya pikir sangat realistis untuk menjadikan tembok pertahanan kami sebagai kartu untuk bisa lolos dari grup,” kata pelatih Ukraina, Mykhaylo Fomenko, dikutip dari ESPN.
 
Fomenko mengatakan, saat ini sepak bola Ukraina memang sedang dirundung sulit akibat konflik persaudaraan di negeri sendiri. Namun, menurutnya, justru pertikaian yang sedang terjadi di dalam negeri itu telah memberikan semangat lebih kepada pasukan Ukraina.

Pelatih 67 tahun ini pun meyakini, di dalam diri para pemain Ukraina saat ini ingin memberikan yang terbaik bagi negara dan bangsa.

''Tentu di Prancis kami tak ingin hanya sekedar menjadi pelengkap grup. Kami membawa mimpi rakyat Ukraina dan kami akan berusaha untuknya,” kata dia. (Bambang Noroyono/Gilang Akbar Prambadi)

 


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0