Polandia, Semangat 'Nyanyian Orang Polandia'
 
Timnas : Polandia
Julukan : Biato-czerwoni
Pelatih : Adam Nawalka
Kapten : Robert Lewandowski
Bintang : • Wojciech Szczesny
: • Jakub Blaszczykowski
Formasi : 4-4-2
Prestasi : Piala Dunia 1974, 1982 (peringkat ketiga)
     

Musim dingin di Warsawa, Polandia 1938-1939. Tahun kematian bagi negeri itu. Kandas 1-4 pada September 1938 saat laga persahabatan, setahun kemudian, Jerman benar-benar datang membawa armada militernya. Polandia benar-benar berubah menjadi 'neraka' lantaran peperangan.

Oktober 1939 tentara Jerman diusir. Ketika itu dilakukan sepasukan Uni Soviet dan Sekutu. Mereka tak suka dengan aksi sepihak militer Jerman atas Polandia.

Cerita itu menjadi cikal bakal Perang Dunia II. Terjadi sekitar 75 tahun yang lalu. Kini di musim yang sama, pada Oktober 2014 'Sepasukan' Panser kembali memasuki Polandia. Mereka menantang pasukan nasional berjuluk the White Eagle itu untuk 'bertempur'.

Polandia harus menerima tantangan tersebut. Tentu tanpa keterlibatan negara manapun. Polandia menyiapkan Stadion Narodowy sebagai arena untuk menerima tantangan Jerman kali ini.

Sebanyak 57 ribu lebih penonton di stadion ibu kota ketika itu penuh untuk menyaksikan. Mayoritas mengenakan jersey kebanggaan. Putih merah.

Cuma segelintiran yang mengibarkan bendera tamu. Lagu kebangsaan dua negara digaungkan bergilir. Himne 'Nyanyian Orang Polandia' menjadi yang terakhir dikumandangkan.

Dalam dokumentasi video sebelum pertandingan ketika itu, tampak beberapa penonton meneteskan air mata. Bait pertama dalam lirik kebangsaan itu memang bikin haru.

"Jeszcze Polska nie zginela, kiedy my zyjemy," begitu baris pertama dalam lirik yang berjudul "Mazurek Dabrowskiego" tersebut. Artinya begitu mendalam, "Polandia belum akan kalah, selama kami masih hidup dan bernyawa."

Kembali Bersua
Di sepak bola, Polandia kerap tunduk atas Jerman. Tak pernah ada catatan kemenangan bagi tim tuan rumah sejak 1933. Jerman digdaya dengan 12 kali kemenangan. Selebihnya, enam kali laga imbang.

Akan tetapi seperti tidak untuk laga pada Oktober 2014 tersebut. Jerman harus menerima pelampiasan tuan rumah. Polandia tampil heroik dengan dengungan bait-bait dalam lirik kebangsaan yang dinyanyikan para penonton dalam laga tersebut.

Nyanyian tersebut sepertinya akan kembali menggema di Piala Eropa 2016. Di Prancis nanti, Polandia akan bergabung kembali dengan Jerman di Grup C.

Pelatih Adam Nawalka pun menyatakan tak cemas dengan kehadiran juara dunia tersebut. Penyebabnya, Polandia sudah pernah mengalahkan Jerman pada babak kualifikasi.

“Kami memang kalah 1-3 di kandang mereka, tapi kami menang 2-0 di rumah sendiri. Saya hormat kepada Jerman dan saya yakin mereka juga demikian kepada kami,'' katanya.

''Lalu Ukraina dan Irlandia Utara (sesama penghuni grup C), kami tentu tetap akan waspada karena pasti ada alasan kenapa mereka berada di putaran final,” kata dia.

Faktor Lewandowski
Catatan impresif selama kualifikasi mewarnai lolosnya Polandia ke putaran final Piala Eropa 2016 di Prancis. Melakoni 10 laga di Grup D, tim asuhan Adam Nawałka itu mengumpulkan 21 poin dengan catatan enam kemenangan, tiga seri dan hanya sekali kalah. Sebanyak 33 gol mereka lesakkan ke gawang lawan selama kualifikasi dengan hanya 10 kali kebobolan.

Tak hanya tentang jumlah minimnya kekalahan. Soal total aggregat gol yang mereka torehkan pun menunjukkan Polandia layak disebut yang terbaik di Grup D. Pasukan Putih-Merah punya surplus hingga 23, meninggalkan Jerman yang hanya punya +15.

Semua yang Polandia capai selama satu tahun lebih mengarungi babak kualifikasi ini tak lepas dari peran sang kapten, Robert Lewandowski. Bomber maut yang jadi andalan klub raksasa Eropa asal Jerman, Bayern Muenchen, ini memang punya peran sentral akan lolosnya Polandia ke Piala Eropa untuk ketiga kalinya dalam sejarah.

Selain jadi komandan dengan jabatan kaptennya, sosok 27 tahun ini juga merupakan ujung tombak andalan nan efektif bagi Polandia. Hal itu terbukti dari babak kualifikasi, tak ada satupun tim di Grup D yang tak bisa dibobol oleh Lewandowski.

Total 13 gol sanggup eks bomber Borussia Dortmund itu torehkan ke gawang lawan-lawan Polandia seperti Jerman, Skotlandia, Republik Irlandia, Georgia, dan Gibraltar selama fase kualifikasi. Jumlah itu pun menobatkannya sebagai top skor selama babak kualifikasi Piala Eropa 2016.

“Dia bukan hanya pemimpin, dia juga mampu mengemban tanggung jawab untuk menjebol gawang lawan. Perjuangan kami jadi lebih mudah dengan kemampuan Lewandowski mengeksekusi kesempatan menjadi gol,” kata Nawalkan dikutip dari the Telegraph, Selasa (29/3).

Meski demikian, Nawalkan pun enggan mengenyampingkan peran para penggawa Polandia lainnya. Menurut dia, nama-nama seperti Kamil Grosicki dan Arkadiusz Milik yang juga rajin mencetak gol turut memberikan peran besar pada tim.

“Mereka semakin kompak dengan fakta kami memenangkan semua (empat) laga persahabatan setelah kualifikasi usai. Saya senang, ada 13 gol dari empat laga terakhir. Saya pikir kami benar-benar tajam untuk Piala Eropa kali ini,” kata dia. (Gilang Akbar Prambadi/Bambang Noroyono)


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0