Stade Geoffroy-Guichard, Stadion Kebanggaan Kota Senjata
 
Nama : Stade Geoffroy-Guichard
Dibangun : 1931
Lokasi : Saint Etienne
Arsitek : Etienne Thierry Meyer dan Michael Saidoun
Permukaan : Rumput
Ukuran Lapangan : 105 m x 68 m
Pemilik : Dewan Kota Saint Etienne
Operator : Dewan Kota Saint Etienne
Kapasitas : 41.965
     

Saint-Etienne memiliki sejarah panjang sebagai sebuah kota. Selama beberapa abad, komunitas kecil yang bermukim di wilayah Rhones-Alpes tersebut berevolusi menjadi kota industri. Kota ini menjelma menjadi kawasan ekonomi yang paling maju di kawasan timur Prancis, terutama pada akhir abad ke-18.

Saint-Etienne menjadi pusat dari industri alat-alat berat dan besi baja terkoneksi. Pada awal abad 19, kawasan ini menjadi area terbesar pertambangan. Hal itu menjadikan Saint-Etienne sebagai kota pertama yang memiliki jaringan kereta api, yang digunakan sebagai alat transportasi pengangkut hasil besi baja.

Nama Saint-Etienne dikenal sebagai kota pembuat senjata terbaik di Prancis, selama masa revolusi Prancis kawasan ini mendapat julukan Armeville atau yang disebut sebagai kota senjata.

Namun, sayang perekonomian kota ini terpuruk pada 1970-an. Penyebabnya terjadi kemunduran bisnis di industri alat-alat berat dan pertambangan, serta kalah kompetitif dengan area lain di sekitar Eropa. Alhasil, Saint-Etienne mengalami kesulitan ekonomi yang membuat mereka menuai banyak masalah demografi.

Seiring proses perbaikan yang dilakukan pemerintah Prancis, Saint-Etienne mulai menggeliat. Pemerintah kota berhasil mengembalikan gairah ekonomi, terutama dengan mengandalkan bisnis di industri pariwisata. Di level ini, Saint-Etienne menawarkan wisata kota dan musik.

Kesuksesan kota menyeret kepada sektor olahraga. Klub sepak bola Saint-Etienne muncul. Awal keberadaan permainan sepak bola di kota ini berasal dari hobi yang dilakukan para pekerja untuk memanfaatkan libur dan waktu luang. Sebagian besar pekerja yang bermain sepak bola berasal dari karyawan yang bekerja di sektor kasino.

Pada akhirnya, mereka sepakat membentuk tim bernama AS Saint-Etienne, yang biasa disingkat St-Etienne, pada 1912. Pihak manajemen klub dan para pemain sepakat memilih kostum berwarna hijau, sesuai warna rumput tempat mereka menyepak si kulit bundar.

St-Etienne tumbuh menjadi tim yang cukup disegani. Pada medio 1960-an, sosok Roger Rocher menjadi tiang awal datangnya trofi juara. Saat ini, tim berjuluk Les Verts (Si Hijau) menjadi klub dengan koleksi trofi terbanyak di Ligue 1. Momen emas terjadi kala mereka mampu tampil di final Piala Champions edisi 1976. Sayang, mereka takluk di tangan Bayern Muenchen dengan skor 0-1. Meski gagal, fan tetap berpesta di area sekitar layar raksasa Champs-Elysees.

Dengan fasilitas yang memadai, Saint-Ettient siap menjadi tuan rumah Piala Eropa 2016. Stadion yang juga dijuluki sebagai 'le Chaudron' itu juga pernah menghelat berbagai pertandingan dari event dunia, seperti Piala Eropa edisi 1984, Piala Dunia edisi 1998, dan Piala Konfederasi edisi 2003. Tak hanya untuk kegiatan sepak bola, Stade Geoffroy-Guichard juga sering melakukan kegiatan olahraga rugbi.

Stadion ini didirikan pada 1930 dan diresmikan pada 13 September 1931. Sepanjang sejarahnya, Stade Geoffroy-Guichard sudah mengalami beberapa kali renovasi, yaitu dari 1983 sampai 1984, 1996 sampai 1998, dan 2011 sampai 2014. Selama masa renovasi itu, kapasitas stadion terus ditingkatkan.

Stadion ini mengusung gaya Inggris, artinya tak mempunyai tribun sudut. Empat tribun yang mengisi empat sisi stadion memiliki nama dan kapasitas yang berbeda, yaitu tribun Charles Paret (8.541 tempat duduk), Jean Snella (8.767 tempat duduk), Pierre Faurand (7.993 tempat duduk plus 18 box dan 1.200 kursi VIP), serta Henri Point (10.315 tempat duduk dan 1.200 kursi untuk pendukung tim lawan)

Dalam perhelatan Piala Eropa 2016 yang akan digelar pada Juni-Juli, Stade Geoffroy-Guichard akan menggelar tiga laga. Partai pertama di stadion ini akan mempertemukan Portugal melawan tim debutan Islandia di Grup F yang akan digelar pada 14 Juni.

Dua hari berselang stadion berkapasitas 41.500 bangku penonton ini akan kedatangan tamu dari warga Eropa Tengah dan Timur, pasalnya Republik Ceska akan dipertemukan dengan Kroasia di Grup D. Laga yang berlansgung pada 17 Juni ini diprediksi akan menjadi ajang balas dendam Tomas Necid dkk, pasalnya dalam dua pertemuan terakhir kedua negara Kroasia lebih diuntungkan dengan unggul satu dan imbang melawan Ceska.

Laga penyisihan grup terakhir akan mempertemukan Slowakia dengan tim yang digadang-gadang bakal sukses di pentas Euro tahun ini, Inggris. Bersama Roy Hodgson The Three Lions masuk dalam plot Grup B dengan Slowakia, Rusia, dan Wales.

Harry Kane dan Jamie Vardy yang sedang dalam performa terbaiknya akan menjadi ancaman bagi kubu Marek Hamsik cs. Meskipun di atas kertas Inggris lebih di unggulkan akan tetapi Slovakia adalah tim yang patut di perhitungkan. Pasalnya, di Piala Dunia Afrika, mereka berhasil menendang lebih awal tim sebesar Italia di fase grup.

Kapten Napoli, Marek Hamsik, dan Ondrej Duda diperkirakan akan menyulitkan lini tengah Inggris. (Anggoro Pramudya)

Pertandingan di Stade Geoffroy-Guichard pada Piala Eropa 2016

Grup F Portugal vs Islandia (14 Juni 2016) 

Grup D Republika Ceska vs Kroasia  (17 Juni 2016) 

Grup B Slovakia vs Inggris (20 Juni 2016) 

Babak 16 besar runner up Grup A vs runner up Grup C (25 Juni 2016)


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0