Stade Matmut Antlantique, Kebanggaan Baru Kota Bordeaux
 
Nama : Stade Matmut Atlantique. Nouveau Stade de Bordeaux
Dibangun : 2013
Lokasi : Bordeaux
Arsitek : Jacques Herzog dan Pierre de Meuron.
Permukaan : Rumput
Ukuran Lapangan : 107 m x 68 m
Pemilik : Dewan Kota Bordeaux
Operator : Dewan Kota Bordeaux
Kapasitas : 42.115
     

Sebelum Stade Matmut Atlantique dibangun, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) sebetulnya mencoret Kota Bordeaux dalam proposal pengajuan tuan rumah Piala Eropa 2016. Alasannya, kota di pesisir barat negeri kiblat para model tersebut tak punya stadion layak. 

Sontak saja, tuduhan tak punya lapangan itu membikin Dewan Kota Bordeaux mutung. Siapa bilang kota penghasil anggur terbaik tersebut tak punya lapangan sepak bola internasional. Begitu kira-kira ungkapan pemerintahan setempat. 

Kota itu punya klub sepak bola berkelas dunia sejak 1881. FC Girondins de Bordeaux namanya. Markasnya ada di Stadion Chaban Delmas. Pada 1985, Les Girondins pernah membungkam raksasa Serie-A Italia, FC Juventus dengan skor 2-0 di kandangya. 

Jumlah penonton yang hadir ketika itu, sebanyak 40.211 orang. Padahal, stadion itu cuma bisa menampung tak lebih dari 28 ribu pasang mata.

Pada 1998, stadion yang sama dijadikan salah satu tempat untuk Piala Dunia. Legenda-legenda sepak bola era 1990-an, seperti Gabriel Batistuta, Roberto Baggio dan juga Dennis Bergkamp, pernah merasakan stadion ini saat membela timnas masing-masing dalam gelaran sepak bola terbesar di dunia ketika itu.

Lalu, apa alasan yang membuat FFF mencoret Kota Bordeaux dari salah satu lokasi gelaran Piala Eropa? Stadion Chaban Delmas masuk dalam kategori bangunan purba. Kapasitas penontonnya pun tak memadai. FFF membutuhkan stadion dengan kapasitas minimal 40 ribu kursi.

Menengok arsip sejarah, Stadion Stadion Chaban Delmas memang dibikin sebelum perang dunia kedua. Tepatnya pada 1930. Sejak dibangun stadion itu sudah tiga kali dipugar. Terakhir renovasi memang khusus untuk Piala Dunia 1998. Pemugaran itu untuk menambah kapasitas penonton menjadi 34.698 orang.

Dewan Kota memaksa FFF memasukkan Kota Bordeaux dalam destenasi Piala Eropa. Dengan rayuan akan melakukan pemugaran kembali stadion tersebut agar bisa menampung minimal 40 ribu pasang mata. FFF dan Dewan Kota setuju. Keduanya membentuk tim agar pemugaran dilakukan.

Tetapi pada 2013, pemerintahan pusat di Paris malah mengultimatum. Stadion Chaban Delmas tak boleh diutak-atik. Stadion itu akan dijadikan museum dan situs cagar budaya. Bangunan itu akan diabadikan untuk penghormatan sang mantan perdana menteri Perdana Menteri Jacques Chaban Delmas.

Peringatan pemerintah ketika itu disertai dengan solusi. Perdana Menteri Jean Marc Ayrault menjanjikan anggaran negara senilai 28 juta euro atau setara dengan Rp 431 miliar untuk pembangunan stadion baru Kota Bordeaux. Ayrault mengatakan, kalau tak cukup, pemerintah akan memaksa investor dan perusahaan lokal ikut patungan agar pembangunan stadion baru itu bisa dilakukan.

Nouveau Stade de Bordeaux Mulai Dibangun

Dewan Kota Bordeaux menerima usulan pembangunan stadion baru untuk kota tersebut. Penghujung 2012, pemerintahan setempat memutuskan untuk membangun stadion baru di tepian aliran Sungai Garonne yang membelah Kota Bordeaux. Persisnya di kawasan Le Lac, tak sampai 10 kilo meter sebelah utara Stadion Chaban Delmas. 

Judul proyek pembangunannya ketika itu bernama Le Nouveau Stade de Bordeaux. Lokasi pembangunan stadion baru sebetulnya masih sesak pepohonan. Dewan Kota setuju agar pembangunannya tak meninggalkan keasrian lokasi aslinya. Tapi tetap menjadikan stadion baru tersebut punya teknologi. Syarat mutlak dari pembangunan stadion itu, diharuskan punya nilai artistik kelas dunia. 

Itu artinya, Dewan Kota meminta agar perancang bangunan tersebut, mahfum dengan apa yang diinginkan masyarakat di Kota Bordeaux. Pilihannya jatuh ke dua arsitek ternama asal Swiss Jacques Herzog dan Pierre de Meuron. 

Duet kedua arsitek itu sudah terbukti. Keduanya memang arsitek spesialias stadion. Markas Bayern Munchen, Allianz Arena dan Beijing Olympic Stadium, menjadi bukti duet kedua arsitek tersebut. 

Konsep dua stadion tenar bikinan Herzog dan Pierre kembali diterapkan untuk Stade de Bordeaux. Yaitu Sarang Burung sebagai ide utama dan bentuk bangunan. Tapi di Kota Bordeaux kali ini repelika raksasa Sarang Burung tersebut ditampilkan dengan bentuk kotak persegi jika ditengok dari atas.Namun jika berada di luar bangunan, stadion tersebut lebih mirip sebuah mangkok atau bahkan asbak rokok. 

Berawal dari diameter bangunan yang kecil di paling dasar mengembang menjadi bangunan dengan diameter besar sampai ke atas. Dan dibagian pinggiran atas repelika mangkok raksasa tersebut, seakan ditutup kotak berbentuk persegi.

Sebagai simbol hilangnya pohon-pohon karena pembukaan lahan, duo arsitek mendirikan seribu tiang utama. Tiang-tiang tersebut seperti terlihat menopang Sarang Burung Stade de Bordeaux. Putih menjadi pilihan warna arsitek untuk menutupi seluruh bangunan yang membuat Stade de Bordeaux megah saat malam hari.

Pengerjaan Stade de Bordeaux tepat waktu. Pada 18 Mei 2015, stadion tersebut resmi dibuka. Pemberitaan dari pembukaan stadion tersebut, menyebutkan total pengeluaran dana senilai tak kurang dari 169 juta euro atau setara dengan Rp 2,5 triliun. Dengan kapastias resmi 42.115 kursi penonton.

Nama stadion pun berubah menjadi Matmut Anlantique, setelah perusahaan asuransi Matmut membeli hak penamaan stadion yang megah dan memberikan kemudahan ini. Bayangkan saja, di ruang parkir stadion itu, mampu menampung kendaraan roda empat sebanyak lebih dari 8.500 unit dengan sistem parkir bawah tanah. Stadion itu pun punya dua stasiun angkutan sendiri agar trem dan kereta api dari Prancis belahan manapun bisa singgah.

Lewat lima hari usai pembukaan, laga perdana di stadion baru itu mempertemukan FC Bordeaux sebagai tuan rumah melawan Montpellier HSC. Keduanya bertanding dalam lanjutan Ligue-1 Prancis. Pemain tim tuan rumah, Rolan Diego menjadi pencetak gol pertama kalinya di stadioan baru tersebut. Sekaligus membawa klubnya unggul 2-1.

Pertandingan semifinal Liga Rugbi Prancis (LNR) antara Lyon dan La Rochelle juga digelar di ini. Penonton yang hadir ketika itu tercatat lebih dari 43 ribu.

Sedangkan timnas sepak bola pertama yang menjajal stadion tersebut, yaitu Prancis dan Serbia. Kedua timnas pada 7 September 2015 melakukan pertandingan persahabatan di Matmut Atlantique dengan keunggulan tim tuan rumah 2-1.

Resmi memiliki stadion, FFF pun setuju menjadikan Kota Bordeaux sebagai salah satu kota tuan rumah Piala Eropa. Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA)tak mempersoalkan usulan tersebut. Pada Desember 2015, UEFA resmi menjadikan Matmut Atlantique, sebagai salah satu stadion tuan rumah pertandingan Piala Eropa Prancis. (Bambang Noroyono)

Pertandingan di Stade Matmut Atlantique pada Piala Eropa 2016 

Grup B Wales VS Slovakia (11 Juni 2016) 

Grup F Austria VS Hungaria (14 Juni 2016) 

Grup E Belgia VS Rep Irlandia (18 Juni 2016) 

Grup D Kroasia VS Spanyol (21 Juni 2016) 

Perempat final (2 Juli) 


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0