Stade De France, Rumah Kebanggaan Les Bleus
 
Nama : Stade De France
Dibangun : 1995
Lokasi : Avenue du President Wilson, 93210 Saint-Denis
Arsitek : Michel Macary, Aymeric Zublena, Michel Regembal, Claude, Constantini
Permukaan : Rumput
Ukuran Lapangan : 105 m x 70 m
Pemilik : Konsorsium Stade de France
Operator : Konsorsium Stade de France
Kapasitas : 80 ribu
     

Gemuruh puluhan ribu suporter pecah kala tandukan Zinedine Zidane memanfaatkan sepak pojok Emmanuel Petit menjebol gawang Brasil pada final Piala Dunia 1998. Gol tandukan Zidane pada menit ke-27 membuka keunggulan tiga gol tanpa balas atas sang juara bertahan. Prancis meraih trofi Piala Dunia perdana.

Keperkasaan tim berjulukan Les Bleus ini disaksikan tidak kurang dari 75 ribu penonton yang memadati stadion kebanggaan warga Perancis, Stade de France.  Tak ayal julukan' Lieu memorable' atau tempat penuh bersejarah melekat pada stadion dengan kapasitas 80 ribu tempat duduk itu. 

Sejak stadion yang terletak di kota satelit Saint-Denis ini dibuka pada 1998, beragam event besar digelar. Selain final Piala Dunia 1998 juga berlangsung final Liga Champions 2000. Stade de France juga menjadi pilihan utama Les Bleus menggelar partai kandang.

Sesuai namanya Stadion Prancis, Stade de France menjadi rumah kebanggan Prancis. Stadion ini juga menjadi kandang tim rubgi Prancis pada Turnamen Six Nation. Saat ini ada dua tim rugbi asal Paris yang menggunakan venue ini, yakni Stade Francais dan Racing Metro 92. 

Selain untuk kegiatan olahraga, stadion ini juga kerap digunakan oleh konser artis-artis internasional serta festival-festival raksasa. Rolling Stone adalah band yang pertama kali mengadakan konser di Stade de France pada 1998.

Pembangunan 

Sejarah Stade de France dimulai ketika FIFA menunjuk Perancis menjadi tuan rumah Piala Dunia. Pembangunan dimulai pada tanggal 2 Mei 1995. Stadion seluas 17 hektar dirancang oleh empat orang arsitek, Aymeric Zublena, Claude Constantini, Michel Macary dan Michel Regembal. Koloborasi empat arsitek tersebut menghasilkan rancangan stadion fenomenal dengan biaya sekitar 280 juta euro. Dengan dana sebesar itu Stade de France menjadi stadion termahal di dunia pada masanya. 

Setelah sekitar satu tahun pembangunan berlangsung, sekitar 800 ribu meter persegi tanah lapang berhasil diratakan dan tak kurang dari 180 ribu meter kubik beton telah dituang menjadi fondasi stadion. Atap yang memakan biaya lebih dari 45 juta euro serta lapangan yang dapat digulung adalah beberapa keunggulan utama stadion ini, yang pembangunannya memakan waktu 31 bulan saja. 

Stade de France resmi dibuka pada tanggal 28 Januari 1998 dengan pertandingan persahabatan antara Prancis melawan Spanyol. Stade de France juga memiliki fasilitas mewah. Bahkan tak hanya penonton yang dimanjakan dengan berbagai fasilitas stadion yang mewah tapi juga para atlet, pelatih dan tim yang menyertainya. 

Stade de France memiliki dua ruang ganti, masing-masing luasnya 400 meter persegi, serta dua buah ruang ganti khusus pelatih. Kemudian di dalamnya juga memiliki kantor untuk para delegasi serta beberapa auditorium yang luas sebagai tempat latihan para musisi, paduan suara atau briefing pemain. Menariknya ruang ganti di stadion ini didesain oleh Michel Platini sendiri, legenda sepak bola Perancis. 

Kemudian khusus untuk para tamu penting, disediakan 162 buah VIP box dengan total enam ribu kursi VIP. Stadion dengan atap berbentuk elips ini memiliki dua buah layar LED super besar seluas 120 meter persegi di kedua sisi.  Stade de France juga mempunyai atap unik, seolah-olah melayang. 

Atap tersebut didesain agar tidak mengganggu penonton namun juga tetap aman menjaga siapapun yang ada di bawahnya. Dengan luas enam hektar atau seluas yang sama dengan Place de la Concorde. Kemudian memiliki berat 13 ribu ton atau dua kali menara Eiffel. Atap tersebut berlapis kaca berwarna untuk melindungi pengunjungnya dari sinar infra merah dan ultra violet. 

Kecanggihan teknologi yang dimiliki Stade de France lainnya adalah kekuatan lampu dikombinasikan dengan teknologi rumput yang mampu mereduksi tingkat kepadatan cahaya, sehingga penonton dipastikan tak silau dengan pantulan lampu stadion. 

Sejarah kelam 

Sayangnya dibalik kemegahannya, Stade de France memiliki sejarah kelam pada Sabtu (14/11) tahun lalu. Serangan teroris terjadi di luar stadion ketika timnas Prancis tengah menghadapi Jerman dalam pertandingan uji coba. Sebuah bom meledak di luar gerbang pintu J stadion dan menimbulkan korban jiwa. 

Setelah ledakan terjadi, pertandingan tetap dilanjutkan. Semula, para penonton tak menyadari akan keseriusan serangan tersebut. Mereka baru sadar setelah mendapat kabar serangan berlanjut ke dalam kota. Penembakan di restoran Petit Cambodge dilaporkan telah merenggut sedikitnya 10 nyawa. Di wilayah lainnya, 60 orang disandera di pusat seni Batclan. 

Akses dan fasilitas 

Lokasi yang dekat dengan kota Paris, membuat Stade de France bakal menjadi satu di antara lokasi yang paling menarik bagi penonton yang menyaksikan langsung perhelatan Piala Eropa 2016. Suasana Saint-Denis, kota kecil di pinggiran Paris terkenal memiliki beberapa pemandangan indah. Terutama karena kelokan kanal Saint-Denis. Apalagi Stade de France juga memiliki museum yang dapat memanjakan para pengunjung. 

Museum dibuka setiap hari, mulai pukul 10.00 pagi sampai dengan 18.00 petang. Namun jika ada pertandingan besar atau acara khusus yang membutuhkan penjagaan keamanan yang lebih ketat.Apabila ingin memperoleh informasi lebih banyak tentang sejarah Stade de France yang tersimpan rapi di museumnya, tersedia program tur dengan durasi satu setengah jam. 

Dengan pemandu wisata akan dibawa ke ruang pameran utama museum, ruang ganti, kursi pelatih. Kemudian peserta tur juga akan diajak ke halaman luar yang berisi walk of fame para atlet dan selebriti dunia. Program turn ini dibanderol dengan harga 15 euro untuk dewasa, 12 euro untuk pelajar dan 10 euro untuk anak-anak berusia 5-18 tahun. (Ali Mansur)

Pertandingan di Stade de France pada Piala Eropa 2016 

Grup A Perancis VS Rumania (11 Juni 2016) 

Grup E Irlandia VS Swedia (14 Juni 2016) 

Grup C Jerman VS Polandia (17 Juni 2016) 

Grup F Islandia VS Austria (23 Juni 2016) 

16 besar: 1st Grup E dan 2nd Grup D (28 Juni) 

Perempat final (4 Juli 2016) 

Final (11 Juli 2016) 


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0