Alan Dzagoev, Pahlawan tak Dikenal
 
Nama : Alan Yelizbarovich Dzagoev
Tempat dan Tanggal Lahir : Beslan, 17 Juni 1990
Postur : 1,80 meter
Posisi : Gelandang Serang
Klub : CSKA Moscow
Caps : 49
     

Alan Dzagoev. Namanya mungkin tidak terlalu dikenal dunia bahkan untuk ukuran benua Eropa sekalipun. Tapi Dzagoev adalah mega bintang di negara dan tempat kelahirannya, Beslan, Rusia.

Bermain sebagai gelandang serang klub raksasa Rusia, CSKA Moscow, Dzagoev punya peran sentral dalam setiap permainan tim asal Ibu Kota tersebut. Tak ayal, namanya melambung di kalangan pecinta sepak bola Rusia karena mengingatkan mereka kepada sosok legendaris, Andrei Arshavin.

Lahir dari pasangan keturuanan Georgia, dengan ayah bernama Yelizbar dan ibu, Lyana 17 Juni 1990 silam, Dzagoev ternyata memang sudah didorong untuk mencintai sepak bola.

Keputusan sang bunda memiliki andil kuat dalam hal ini. Lyana yang ternyata punya spirit besar untuk kemajuan sepak bola Rusia, mengirim anak bungsunya dari dua bersaudara itu ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Terek Beslan.

Di SSB yang terletak di daerah kelahirannya itu, Dzagoev membawa modal pengalaman menyepak si kulit bundar ketika selalu bermain bola di jalanan bersama kakaknya, Gela. Tak disangka, bakat Dzagoev muda yang baru berusia enam tahun saat itu ternyata terus berkembang.

Pada tahun 2000, Dzagoev dibawa oleh ibunya ke Kota Vladikavkaz untuk dimasukan kedalam tim muda Yunost. Dalam masa perkembangannya ini, Dzagoev mulai menemukan bentuk permainan yang dia terapkan selamanya.

Sejak saat itu, Dzagoev ingin bermain seperti legenda Rusia yang juga berdarah Georgia, Valery Gazzaev. Bermain sebagai gelandang serang yang rajin membuat gol, Dzagoev sangat terinspirasi pada sosok yang ia anggap sebagai pahlawan itu.

Tak hanya Gazzaev, Dzagoev juga mulai meniru aksi legenda Inggris, Frank Lampard dalam bermain. Memasuki usia remaja, pada Juli 2005, Dzagoev mengambil pendidikan penting di akademi sepak bola Konoplyov yang dikenal sering mencetak pemain profesional.

Enam bulan kemudian, akhirnya pemilik nama lengkap Alan Yelizbarovich Dzagoev ini mendapatkan kontrak pertamanya. Bergabung dengan klub gurem ,Akademiya Tolyatti, selama setahun, dia mendapat pengalaman mumpuni meski bermain di kasta kedua Liga Rusia.

Meski baru berusa 16 tahun, total Dzagoev sudah membuat 37 penampilan dan enam gol untuk timnya. Kehebatan pemilik postur tubuh 1,8 meter ini langsung menarik minat CSKA di tahun 2008.

Tak butuh lama bagi Dzagoev untuk bersinar. Pada musim pertamanya di CSKA, dia langsung memberikan gelar ganda bagi klubnya. Dzagoev pun dianugerahi penghargaan sebagai pemain muda terbaik Liga Primer Rusia saat itu.

Kecemerlangannya ini langsung membuka jalan dia bergabung dengan Timnas Senior. Meski baru sempat bermain tiga kali untuk Rusia U-21, ternyata bakatnya lebih dibutuhkan untuk level yang jauh lebih tinggi.

Tak tanggung-tanggung, di usia yang masih 22 tahun, Dzagoev diplot sebagai pemain inti dalam perjalanan Beruang Merah mengarungi Piala Eropa 2012 dan Piala Dunia 2014.

Matang di Usia Muda

Meski baru berusia 25 tahun, Dzagoev sudah membuat 302 penampilan di semua ajang dengan dua klub berbeda sejak aktif bermain delapan tahun silam. Catatan dari perjalanan karier yang ia torehkan pun sangat mengilap. Ada 65 gol dan 85 assist yang bisa ia buat selama berkeringat di atas lapangan.

Soal trofi, sudah delapan piala yang sanggup ia berikan bagi timnya saat ini, CSKA Moscow. Yakni, Dua trofi Liga Primer Rusia (2012/2013, 2013/2014), empat trofi Piala Rusia (2007/2008, 2008/2009, 2010/2011, 2012/2013). Terakhir, dua trofi Piala Super Rusia (2009 dan 2013).

Di tingkat Timnas Rusia, pesepak bola yang identik dengan nomor punggung 10 ini termasuk dalam kategori kenyang pengalaman. Hingga saat ini, Dzagoev sudah mengoleksi 49 laga dengan torehan sembilan gol.

Sosok yang memberikannya debut Timnas dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Jerman, 11 Oktober 2008, Guus Hiddink membeberkan kehebatan Dzagoev.  Menurut pelatih yang menangani Rusia mulai Juli 2006 hingga Juni 2010 ini, Dzagoev sudah sangat brilian di usai remaja.

“Dzagoev benar-benar menunjukkan kemampunnya dengan tenang meski pada laga besar melawan Jerman ketika itu. Umpan mematikan dan menguasai daerah permainan jadi poin keunggulannya. Sejak saat itu, saya menjadi penggemar beratnya,” kata Hiddink dikutip dari Sky Sports beberapa waktu lalu.  (Gilang Akbar Prambadi)


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0