Kevin de Bruyne, Momok di Kotak Penalti
 
Nama : Kevin de Bruyne
Tempat dan Tanggal Lahir : Drongen, Belgia, 28 Juni, 1991
Postur : 1.81 meter
Posisi : Gelandang Serang
Klub : Manchester City
Caps : 39
     

Pada akhir Agustus 2015, Manchester City resmi mendapatkan Kevin de Bruyne. Klub tajir Inggris itu mendatangkan sang gelandang dari VfL Wolfsburg dengan mahar sebesar 54 juta poundsterling. Jika dirupiahkan, sama dengan Rp 1,18 triliun.

Harga fantastis tersebut menjadikan De Bruyne rekrutan termahal dalam sejarah City. Untuk Liga Inggris, pesepak bola Belgia ini hanya kalah dari Angel Di Maria. Nama kedua didatangkan Manchester United dari Real Madrid dengan harga 59.7 juta pound (1,2 triliun).

Keputusan the Citizens mengeluarkan uang selangit untuk De Bruyne jadi sorotan. Banyak yang menilai itu hanya efek dari sebuah kepanikan transfer. Terutama jika berkaca pada masa lalu sang pemain yang pernah disia-siakan bakatnya oleh Chelsea.

Namun, perlahan tapi pasti pemuda 24 tahun itu mulai membuktikan kalau ia pantas dihargai tinggi. Eks penggawa Racing Genk itu menjadi sosok kunci dibalik keberhasilan Manchester Biru menembus semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya. Meski dalam perjalanannya di musim ini banyak dihantui cedera lutut, penampilannya menuai pujian.

"Saya dapat meyakinkan anda, jika anda baru kembali dari dua tiga bulan cedera, anda butuh waktu untuk kembali ke performa terbaik. Tapi dia sudah kembali sejak pertandingan pertama melawan Bournemouth," kata Gael Clichy, rekan setim De Bruyne tentang penamilan sahabatnya itu, dikutip dari ESPN.

Tak hanya Clichy yang bersuara. Penggawa Chelsea, Cesc Fabregas pun angkat bicara. Ia mengaku tidak banyak mengikuti perkembangan De Bruyne, namun ketika melihat langsung ia merasa kagum.

"Dalam beberapa tahun terakhir, saya jarang menonton Liga Jerman. Dia ada di sana,  saya tidak tahu kalau dia begitu berkualitas, dia membuat saya terkesan," ujar Fabregas, dilansir dari Dailymail.

Pernyataan bernada positif tentang De Bruyne bukan datang dari langit. Sejak Merumput bersama Genk, pria kelahiran Drongen telah menunjukkan bakat besar. Ia sukses meraih semua piala domestik bersama raksasa Belgia itu.

Berlanjut ke Wolfsburg dengan raihan Piala Jerman dan Piala Super Jerman. Secara individu berbagai gelar prestise telah ia dapatkan. Di antaranya pemain muda terbaik Bundesliga 2013/2014, pemain terbaik Bundesliga 2014/2015, pesepak bola terbaik Jerman 2015, dan sebagainya.

Prestasi ciamik tersebut, membuat De Bruyne kini menjadi salah satu andalan timnas. Ia telah memperkuat the Red Devils dalam 39 laga dan mencetak 12 gol. Posisinya sebagai gelandang serang membuat lini depan negara dengan luas 30.528 km2 itu terlihat menakutkan.

Kini jalan terang De Bruyne mengarah pada kesuksesan nyata di level timnas. Kebetulan Belgia sedang jaya-jayanya dengan sederet pemain kelas wahid alias generasi emas. Sang gelandang diprediksi jadi salah satu andalan Marc Wilmots pada Piala Eropa 2016 di Prancis.

De Bruyne siap menjadi momok setiap lawan. Penetrasinya dibutuhkan dalam membongkar para kontestan grup E. Kebetulan armada Les Diables Rouges tergabung dalam kelompok dengan kekuatan merata. Di sana ada Italia, Republik Irlandia, dan Swedia. (Frederikus D. Bata)


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0