Martin Harnik, Sang Pengacau dan Pembuka Ruang Austria
 
Nama : Martin Harnik
Lahir : Hamburg, 10 Juni 1987
Postur : 1,85 m
Posisi : Winger/Penyerang
Klub : Vfb Stuttgart
Caps : 56
     

Di bawah asuhan pelatih Marcel Koller yang manangani Austria sejak 2011, Austria berhasil meraih sembilan kemenangan dan sekali imbang di babak kualifikasi Piala Eropa 2016. Austria meraih delapan poin di kandang dan berada di bawah runner up grup Rusia.

Alhasil, tim yang dijuluki Das Team ini lolos kualifikasi untuk pertama kalinya sejak mereka berlaga di Piala Dunia 1998, yang juga digelar di Prancis. Austria bergabung di grup F pada final Piala Eropa 2016 bersama Hungaria, Islandia dan Portugal. 

Penampilan Austria tersebut tidak lepas dari kemampuan para pemainnya, termasuk Martin Hanik yang diprediksi bakal menjadi salah satu calon bintang Austria di Piala Eropa 2016. Ia dapat bermain sebagai peyerang, gelandang, atau winger kanan membuat Koller punya banyak opsi untuk penyesuaian taktik.

Mengawali karier sepak bola pada 2005, penyerang kelahiran 10 Juni 1987 ini bergabung dengan klub SC Vier-und Marschlande. Bersama klub tersebut, ia menciptakan 10 penampilan di tim utama dan mencetak 14 gol. 

Setahun berselang, pemain bernomor punggung 7 ini bergabung dengan tim kedua Werder Bremen dan bermain di divisi tiga Liga Jerman selama tiga musim. Ia sempat mencicipi tim utama Werder Bremen pada musim 2007/2008. Saat itu, ia menjalani debut profesionalnya menghadapi Dynamo Zagreb pada leg pertama babak ketiga kualifikasi Liga Champions. 

Karier Bundesliganya datang 10 hari setelah menjalani debut di Liga Champions. Pada usianya yang memasuki 21 tahun, ia bermain saat Bremen mengalahkan FC Nueremberg 1-0. Harnik menjadi aktor utama kemenangan timnya melalui gol tunggalnya pada menit ke-69. Padahal, saat itu Harnik hanya turun sebagai pemain pengganti pada menit ke-61. 

Berkat penampilan gemilangnya, ia diganjar kontrak oleh tim utama Bremen hingga 2010. Tapi ia jarang mendapat kesempatan tampil selama membela tim utama Bremen dari musim 2007 sampai 2010, dengan hanya mencatatkan 17 penampilan, akibat cedea.

Harnik akhirnya dipinjamkan ke Fortuna Duesseldorf selama musim 2009-2010. Selama berada di divisi kedua Bundesliga, ia kembali menemukan ketajamannya dengan mencetak 13 gol dari 30 penampilan. 

Semusim berselang, Harnik akhirnya kembali ke liga paling bergengsi di Jerman dan bergabung bersama VfB Stuttgart hingga kini. Pada musim pertamanya bersama Stuttgart, Harnik langsung mendapatkan tempat utama. Pemain berpostur tingga badan 1,85 meter ini memainkan 32 laga di Bundesliga dan mencetak sembilan gol. 

Musim kedua berseragam Stuttgart, Harnik semakin menunjukkan ketajamannya. Ia menjadi top skorer tim dengan mencetak 17 gol dari 34 penampilan. Sampai musim 2015/2016, Harnik telah membukukan total 208 penampilan dengan torehan 68 gol di semua kompetisi yang dikutinya bersama Stuttgart.

Selama karier profesionalnya, Harnik belum mendapatkan gelar juara apapun, baik bersama Bremen ataupun Stuttgart. Pencapaian terbaiknya bersama Bremen ialah menjadi runner-up pada Liga Europa musim 2008/2009. Sedangkan bersama Stuttgart, ia juga hanya menjadi runner-up di kompetisi DFB-Pokal musim 2012-2013. 

Sementara kariernya bersama timnas Austria dimulai pada 2006. Kala itu, Harnik bermain di timnas Austria U19 dan mencetak 2 gol dari 11 penampilan. Pada tahun yang sama, ia diangkat ke tim U-20. Namun sayangnya ia gagal mencetak satu pun gol dari tujuh penampilannya.

Pada musim 2007/2009, Harnik selangkah lebih maju dengan tampil di timnas Austria U21. Selama semusim itu, ia hanya tampil di tiga laga dan mencetak satu gol. Karena dianggap memiliki potensi, pada 2007 itu juga Harnik dipercaya tampil bersama tim utama Austria. 

Pada kualifikasi Piala Eropa 2008, nama Harnik terpanggil dalam skuat timnas Austria dan bermain di tiga laga babak kualifikasi. Hingga kini, ia telah membukukan 56 penampilan dengan mencetak 14 gol bersama timnas senior Austria.

Harnik mungkin buka termasuk pemain tajam yang kerap mencetak gol. Tapi akselerasi dan pergerakannya dapat membuka ruang bagi Marc Janko ataupun pemain lain untuk mencetak gol. Jika lawan alpa menjaganya, ia juga bisa memanfaatkan kelengahan mereka untuk mencetak gol.

Tandukan, penempatan posisi yang bagus, serta kedua kaki yang hampir sama baiknya membuatnya Harnik berguna bagi lini depan tim manapun. Kelebihan lainnya adalah kegemarannya untuk merebut bola dengan menekel lawan. Selama bisa menahan emosi dan tak terkena cedera, dua titik lemahnya selama ini, Harnik dapat menjadi salah satu bintang terang Austria di Prancis. (Kiki Sakinah)


Populer

Jadwal

11 Jun 2016 02:00
Prancis
vs
Rumania
Selengkapnya

Klasemen

Team   MP W D L Pts
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
0 0 0 0 0
 
16 besar
Team   MP W D L Pts
Polandia 2 1 1 0 4
Belgia 1 1 0 0 3
Jerman 1 1 0 0 3
Italia 1 1 0 0 3
Wales 1 1 0 0 3
Prancis 1 1 0 0 3
Portugal 1 1 0 0 3
Islandia 1 1 0 0 3
Swiss 2 0 1 1 1
Inggris 1 0 0 1 0
Republik Irlandia 1 0 0 1 0
Irlandia Utara 1 0 0 1 0
Kroasia 1 0 0 1 0
Spanyol 1 0 0 1 0
Slovakia 1 0 0 1 0
Hungaria 1 0 0 1 0
 
Final
Team   MP W D L Pts
Portugal 1 1 0 0 3
Prancis 1 0 0 1 0