) [date] => Array ( [0] => 2021-06-15 07:02:29 ) [url] => Array ( [0] => /qupus5457/imbas-pandemi-penjualan-dalam-negeri-pertamina-anjlok ) [reporter] => Array ( [0] => Intan Pratiwi ) [taiching] => Array ( [0] => Pandemi yang memukul industri berdampak pada penjualan produk Pertamina. ) [timestamp] => Array ( [0] => 1623715349 ) [channel] => Array ( [0] => ekonomi [1] => korporasi ) [image] => Array ( [0] => logo-pertamina-_161201183855-327.jpg ) [image_source] => Array ( [0] => Pertamina.com ) [image_caption] => Array ( [0] => Logo Pertamina. Pandemi membuat penjualan produk-produk Pertamina di dalam pada 2020 mengalami penurunan. ) [tag] => Array ( [0] => Pertamina [1] => penjualan dalam negeri [2] => BBM [3] => avtur ) [_version_] => 1702589819717156864 ) [49] => SolrObject Object ( [id] => quptkg368 [title] => Array ( [0] => OJK: Restrukturisasi Kredit Terus Turun Jadi Rp 775 Triliun ) [content] => Array ( [0] =>

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai restrukturisasi kredit di bawah Rp 800 triliun per April 2021. Adapun angka ini terus mengalami penurunan sejak awal 2021.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK akan terus mengidentifikasi sektor bisnis yang masih berat akibat dampak pandemi Covid-19.

“Restrukturisasi kredit perbankan yang sebelumnya di angka Rp 900 triliun saat ini sudah di bawah Rp 800 triliun,” ujarnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, dikutip Selasa (15/6).

Secara rinci, restrukturisasi kredit perbankan sebesar Rp 775,32 triliun yang berasal dari 5,29 juta debitur. Adapun jumlah tersebut terdiri dari restrukturisasi kredit UMKM sebesar Rp 299,15 triliun dari 3,71 juta debitur dan non UMKM sebesar Rp 476,16 triliun dari 1,58 juta debitur.

Berdasarkan sektornya, porsi restrukturisasi terhadap kredit yang paling besar berasal dari sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan sebesar 28,63 persen. Porsi diikuti perdagangan besar dan eceran sebesar 20,54 persen, konstruksi sebesar 18,59 persen, dan transportasi, pergudangan, dan komunikasi sebesar 14,53 persen.

"Ini sudah Rp 775,32 triliun. Artinya yang tadinya Rp 900 triliun sebagian sudah menjadi normal. Tapi memang tidak semuanya, ada yang berat," ucapnya.

Wimboh menjelaskan sektor-sektor yang masih berat terutama sektor yang sangat bergantung dengan mobilitas di antara yang lambat atau mungkin tidak bergerak sama sekali adalah sektor yang terkait dengan pariwisata mancanegara.

Menurutnya, sektor tersebut memiliki segmen tersendiri dan bukan konsumsi turis domestik. Sehingga dikhawatirkan berpotensi menjadi zombi company.

"Kami identifikasi terus sektor-sektor itu dan player-nya. Sektor itu dan player-nya sekarang hanya bagaimana sekedar bisa bertahan dan jangan diharapkan sektor itu bisa menyerap kredit yang cukup besar karena memang tidak perlu," jelasnya. 

) [date] => Array ( [0] => 2021-06-15 06:58:00 ) [url] => Array ( [0] => /quptkg368/ojk-restrukturisasi-kredit-terus-turun-jadi-rp-775-triliun ) [reporter] => Array ( [0] => Novita Intan ) [taiching] => Array ( [0] => Restrukturisasi kredit perbankan berasal dari 5,29 juta debitur. ) [timestamp] => Array ( [0] => 1623715080 ) [channel] => Array ( [0] => ekonomi [1] => korporasi ) [image] => Array ( [0] => 039923800-1614328910-830-556.jpg ) [image_source] => Array ( [0] => ANTARA/Dhemas Reviyanto ) [image_caption] => Array ( [0] => Petugas merapikan susunan produk UMKM yang ditawarkan di Paviliun Sumatera Utara Gedung SMESCO, Jakarta. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan OJK akan terus mengidentifikasi sektor bisnis yang masih berat akibat dampak pandemi Covid-19. ) [tag] => Array ( [0] => ojk [1] => Restrukturisasi Kredit [2] => pandemi covid-19 ) [_version_] => 1702589832570601472 ) ) ) ) --> Republika Online

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

Tuesday, 5 Zulqaidah 1442 / 15 June 2021

+
indeks

INDEX BERITA

Ceska Menang 2-0 Atas Skotlandia

Tuesday, 15 Jun 2021 08:30 WIB

Waspadai Risiko Arus Modal Keluar

Tuesday, 15 Jun 2021 08:30 WIB

Alquran Pro Si Miskin tetapi Antikemiskinan (I)

Tuesday, 15 Jun 2021 08:25 WIB

PM Israel, Orang Baru Rasa Lama

Tuesday, 15 Jun 2021 08:20 WIB

Tips Menyalip Mobil dengan Aman di Jalan

Tuesday, 15 Jun 2021 08:15 WIB

Saksi: Uang dari Kemensos untuk Pilkada

Tuesday, 15 Jun 2021 08:15 WIB

Skandal Impor Emas Diusut

Tuesday, 15 Jun 2021 08:10 WIB

Rumah Sakit Diminta Naikkan Kapasitas 40 Persen

Tuesday, 15 Jun 2021 08:05 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran 1,129 Ton Sabu

Tuesday, 15 Jun 2021 08:00 WIB

Anies Menimbang Tarik Lagi Rem Darurat

Tuesday, 15 Jun 2021 07:50 WIB

G7 Dikritik Gagal Wujudkan Rencana Vaksin Dunia

Tuesday, 15 Jun 2021 07:47 WIB

PPN Sembako dan Pendidikan Sasar Orang Kaya

Tuesday, 15 Jun 2021 07:45 WIB

Varian Delta Terus Merebak 

Tuesday, 15 Jun 2021 07:40 WIB

Tata Cara Sholat Malam Ala Nabi Muhammad SAW

Tuesday, 15 Jun 2021 07:35 WIB

G-7 Terpecah Soal Sikap ke Cina 

Tuesday, 15 Jun 2021 07:35 WIB

Mutiara Iman

Tuesday, 15 Jun 2021 07:33 WIB

Positivity Rate Covid-19 di Surabaya Naik

Tuesday, 15 Jun 2021 07:19 WIB

Selamat Jalan, Markis Kido

Tuesday, 15 Jun 2021 07:05 WIB