Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Tragedi JT 610 (1), 'tak Seperti Biasanya Dia Peluk Saya'

Jumat 30 Oct 2020 01:50 WIB

Red: Sadly Rachman

Album foto Ghea bersama suaminya, Rabagus, yang menjadi korban kecelakaan pesawat JT610.

Foto: Republika/Havid Al Vizki
EMBED
Tragedi jatuhnya pesawat nomor penerbangan JT 610 pada 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua tahun berlalu, dunia transportasi udara Indonesia berduka. Tragedi jatuhnya pesawat milik salah satu maskapai Tanah Air di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat itu menewaskan 189 penumpang beserta awak kabin yang akan terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang pada Senin, 29 Oktober 2018.

Duka mendalam tentu dirasakan masyarakat Indonesia terkait peristiwa tersebut. Namun, di balik kejadian itu tentu sangat diharapkan menjadi cermin untuk terus melakukan pembenahan dengan mengedepankan keselamatan dunia penerbangan.

"Tak seperti biasanya, dia memeluk saya sebelum berangkat," kenang Ghea, salah satu dari keluarga korban musibah jatuhnya pesawat nomor penerbangan JT 610. Bagaimana kondisi terakhir pesawat sesaat sebelum mengalami crash, seperti apa tindakan Basarnas dalam operasi pencarian dan evakuasi korban, dan apa langkah KNKT dalam mengungkap penyebab jatuhnya Boeing seri MAX8 tersebut? Selengkapnya di Memutar Ulang.

 

 

Videografer | Muhammad Rizki, Havid Al Vizki, Surya Dinata

Video Editor | Sadly Rachman

 

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA