Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

NASA Hilang Kontak dengan Pesawat Luar Angkasa dalam Perjalanan ke Bulan

Rabu 06 Jul 2022 06:43 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Dwi Murdaningsih

Bulan

Bulan

Foto: en.wikipedia.org
Capstone baru diluncurkan pada 28 Juni dari Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (NASA) mengumumkan pada Selasa sore telah kehilangan kontak dengan pesawat ruang angksa Cislunar Autonomous Positioning System Technology Operations and Navigation Experiment (Capstone). Capstone baru diluncurkan pada 28 Juni dari Selandia Baru.

Sebelum dan setelah lepas landas, semua bagian Capstone tampak berfungsi normal untuk satelit kecil seberat 55 pon. “Tim pesawat ruang angkasa saat ini sedang bekerja untuk memahami penyebabnya dan menjalin kembali kontak,” kata NASA dalam sebuah postingan blog.

Baca Juga

Pesawat ruang angkasa berhasil dipisahkan dari tahap atas roket Rocket Labs Photon pada 4 Juli dengan roket mengatur pesawat ruang angkasa pada lintasan yang lambat tetapi efisien yang dirancang untuk menempatkannya di orbit di sekitar bulan pada pertengahan November. Capstone dirancang untuk menjelajahi orbit yang tidak biasa agar NASA menjadi tuan rumah stasiun luar angkasa untuk membantu astronot bulan saat mereka mulai menjelajahi kutub selatan bulan akhir dekade ini.

Dilansir Independent, Rabu (6/7/2022), sejauh ini, masih belum jelas apakah misi itu dalam bahaya atau tidak. Menurut pembaruan NASA, kegagalan komunikasi tampaknya berada di Capstone dan bukan Deep Space Network (DSN), jaringan dari antena besar yang digunakan NASA untuk berkomunikasi dengan misi di luar orbit bumi.

“Capstone mengalami masalah komunikasi saat berhubungan dengan DSN. Tim memiliki data lintasan yang baik untuk pesawat ruang angkasa berdasarkan lintasan stasiun darat penuh dan parsial kedua pertama dengan DSN,” ujarnya.

Informasi lintasan itu akan memungkinkan pengendali darat untuk menunda selama beberapa hari untuk membuat Capstone menuju ke arah yang benar. Ini juga memberi insinyur lebih banyak waktu untuk mencari tahu apa yang terjadi dan segera memperbaikinya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA