Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Populasi Tikus Diperkirakan Meningkat di New York Usai Badai

Senin 20 Sep 2021 17:49 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Dwi Murdaningsih

 Seorang pria mengatur pompa air di tempat parkir setelah sisa-sisa Badai Ida menghasilkan hujan lebat dan menyebabkan banjir yang meluas di New York City, New York, AS, 02 September 2021.

Seorang pria mengatur pompa air di tempat parkir setelah sisa-sisa Badai Ida menghasilkan hujan lebat dan menyebabkan banjir yang meluas di New York City, New York, AS, 02 September 2021.

Foto: EPA-EFE/ANGEL COLMENARES
Tikus adalah hewan yang cerdik.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Setelah Badai Ida, hujan deras yang melanda kota-kota di Pantai Timur pada awal September. Hujan membanjiri saluran air, mengalir ke stasiun kereta bawah tanah dan memenuhi ruang bawah tanah.

Jumlah korban manusia sudah diketahui. Namun, apa yang terjadi pada tikus-tikus yang menghuni kota itu? Mustahil untuk mengetahui berapa banyak tikus di sebuah kota, mungkin dalam jumlah jutaan, atau berapa banyak yang hilang selama badai besar. 
 
Para ahli setuju bahwa di mana badai Ida menurunkan curah hujan yang memecahkan rekor, banyak tikus yang hidup di selokan pasti akan mati oleh genangan yang tiba-tiba. 
 
Di New York City, curah hujan 3,2 inci (8 sentimeter) turun dalam satu jam pada tanggal 1 September.  "Mungkin ratusan ribu tikus hanyut atau tenggelam dalam banjir," kata Bobby Corrigan, ahli tikus terkemuka dan mantan ahli hewan pengerat untuk Departemen Kesehatan dan Kebersihan Mental Kota New York, dilansir di CNN, Senin (20/9). 
 
Banyak tikus mati telah terlihat terdampar di pantai kota. Juru bicara Departemen kesehatan Kota New York Michael Lanza mengatakan, pihaknya mengetahui beberapa tikus tenggelam ketika terjadi banjir besar. Namun, jumlahnya tidak diketahui.
 
Hal yang sama juga terjadi di Philadelphia, yang juga dilanda hujan.Tapi naiknya air saja tidak cukup untuk memuskahkan tikus. "Tikus adalah perenang yang sangat baik," kata Michael Parsons, ahli biologi lingkungan dan peneliti tamu di Universitas Fordham di New York City. 
 
Mereka dapat berenang setengah mil (0,8 kilometer) atau lebih dan menginjak air selama tiga hari berturut-turut. Mereka bahkan dapat berenang di toilet Anda.
 
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA