Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Studi Sebut Aplikasi Pelacakan Dapat Kurangi Sebaran Covid

Sabtu 05 Sep 2020 04:05 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Christiyaningsih

Covid-19 (ilustrasi).

Covid-19 (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Aplikasi pelacakan kontak dapat secara tajam mengurangi penyebaran Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, OXFORD -- Aplikasi pelacakan kontak dapat secara tajam mengurangi penyebaran Covid-19, bahkan ketika hanya beberapa orang yang menggunakannya. Penelitian tersebut diterbitkan oleh para peneliti di Google dan Universitas Oxford.

Menurut pemodelan statistik oleh unit Alphabet.Inc dan Nuffield Department of Medicine  Universitas Oxford, sebuah aplikasi yang digunakan oleh 15 persen populasi bersama dengan tenaga kerja pelacakan kontak yang memiliki staf yang baik dapat menyebabkan penurunan 15 persen dalam tingkat infeksi dan 11 persen penurunan kematian Covid-19.

Baca Juga

Dengan 15 persen penggunaan aplikasi pelacakan kontak saja, para peneliti menghitung delapan persen pengurangan infeksi dan enam persen pengurangan kematian. Penemuan ini didasarkan pada data dari sistem pelacakan digital yang serupa dengan yang dikembangkan bersama oleh Google dan Apple Inc.

Aplikasi yang dibuat oleh dua raksasa teknologi itu melacak interaksi melalui sinyal Bluetooth dan memberi tahu seseorang secara anonim jika seseorang yang mereka temui mengidap Covid-19. Enam negara bagian Amerika Serikat (AS) dan sekitar dua lusin negara telah meluncurkan aplikasi pemberitahuan eksposur berdasarkan teknologi Apple-Google dalam beberapa pekan terakhir tanpa hambatan besar.

Para peneliti mensimulasikan penyebaran Covid-19 berdasarkan interaksi di rumah, kantor, sekolah, dan pertemuan sosial di wilayah King, Pierce, dan Snohomish di Washington State.

“Kami melihat semua tingkat penerimaan pemberitahuan paparan di Inggris dan AS memiliki potensi untuk secara bermakna mengurangi jumlah kasus virus corona, rawat inap, dan kematian di seluruh populasi,” kata penulis utama studi dan pemimpin kelompok di Pathogen Dynamics di Nufflied Department of Medicine, Oxford University dalam sebuah pernyataan dilansir Malay Mail, Jumat (4/9).

Para peneliti mencatat aplikasi pelacakan kontak bukanlah intervensi yang berdiri sendiri. Mereka juga mengatakan model mereka masih mewakili penyederhanaan dramatis dari dunia nyata dan tidak memperhitungkan pergerakan lintas daerah dari orang-orang yang berkontribusi pada penyebaran penyakit. Penelitian ini belum ditinjau sejawat.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA