Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Sunday, 19 Zulhijjah 1441 / 09 August 2020

Dinosaurus Besar Miliki Nenek Moyang Reptil Berukuran Kecil?

Rabu 08 Jul 2020 05:50 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Dinosaurus mini. ilustrasi

Dinosaurus mini. ilustrasi

Foto: AP
Reptil Kongonaphon kely hidup sekitar 237 juta tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID,  WASHINGTON -- Ilmuwan menemukan riset baru mengenai hewan purba dinosaurus. Ilmuwan menduga, dinosaurus dan pterosaurus yang berukuran besar memiliki nenek moyang reptil pemakanan serangga yang berukuran kecil dari Madagaskar. Reptil itu disebut Kongonaphon kely.

Kongonaphon kely merupakan cikal bakal dan kerabat dekat kedua kelompok itu. Para ilmuwan menggambarkan fosil-fosil Kongonaphon kely sebagai makhluk dari Zaman Trias yang berukuran sekitar 40 sentimeter dan tinggi 10 sentimeter.

Makhluk itu mendiami wilayah dataran banjir yang sekarang menjadi Madagaskar barat daya sekitar 237 juta tahun yang lalu. Kongonaphon adalah predator berkaki panjang yang mungkin bipedal.

Bentuk giginya kecil, berbentuk kerucut dan tidak bergradasi. Pemeriksaan microwear menunjukkan Kongonaphon memakan serangga atau invertebrata kecil lainnya. Nama ilmiah Kongonaphon sendiri memiliki makna pembunuh serangga kecil.

Makhluk itu adalah anggota kelompok yang disebut Ornithodira yang mencakup garis keturunan evolusi yang mengarah ke dinosaurus dan pterosaurus. Bagian dari kumpulan yang lebih besar disebut archosaurus, yang juga termasuk garis keturunan buaya.

“Berdasarkan analisis statistik ukuran tubuh, kami berpendapat dinosaurus dan pterosaurus berevolusi dari leluhur mini,” kata ahli paleontology Museum Ilmu Pengetahuan Carolina Utara, Christian  Kammerer, seperti yang dilansir dari Reuters, Selasa (7/7).

Baca Juga

Kammerer juga merupakan penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the  National Academy of Sciences.

“Evolusi Gigantisme dari nenek moyang kecil bukan tidak biasa dalam catatan fosil,” tambah rekan penulis penelitian dan ahli paleontologi John Flynn of the American Museum of Natural History itu di New York.

Dinosaurus dan pterosaurus pertama kali muncul sekitar 230 juta tahun yang lalu. Dinosaurus awal Herrerasaurus memiliki panjang sekitar 20 kaki (enam meter). Eudimorphodon pterosaurus awal berukuran sebesar merpati.

Kedua kelompok akhirnya mencapai proporsi yang sangat besar. Pterosaurus Quetzalcoatlus memiliki lebar sayap sekitar 35 kaki (10,5 meter), mirip dengan pesawat tempur F-16. Panjangnya Dinosaurus Argentinosaurus mencapai sekitar 115 kaki (35 meter).

Kammerer mengatakan dalam konteks gigantisme belakangan ini, memiliki binatang seperti Kongonaphon, yang bisa masuk ke tangan manusia tampaknya hampir paradoks.

“Namun, itu cocok dengan pola yang lebih luas yang kami amati saat ini. Ada tren berkelanjutan menuju ukuran tubuh dewasa yang lebih kecil dalam sejarah awal garis keturunan ini. Ini tidak hanya didasarkan pada Kongonaphon, tetapi juga pada serangkaian reptil bertubuh kecil di dekat keturunan umum dinosaurus dan garis keturunan pterosaurus,” kata Kammerer.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA